Tiar N Karbala Membuka  Jalan Kota Tasikmalaya!

Tiar N Karbala Kota Tasikmalaya
Tiar N Karbala, Stafsus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital.
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ada kota yang merayakan ulang tahun dengan panggung. Ada yang dengan tumpeng. Ada yang dengan spanduk panjang, baliho besar, dan foto kepala daerah yang ukurannya kadang lebih besar daripada programnya.

Kota Tasikmalaya tampaknya ingin mencoba cara lain. Ulang tahun Kota Tasikmalaya ke-25, 17 Oktober 2026, ingin dibuat bukan sekadar acara ulang tahun kota.

Pemerintah Kota Tasikmalaya sedang mencoba menaikkan kelasnya: dari perayaan daerah menjadi perhelatan yang punya gaung nasional.

Baca Juga:Paradoks Karaoke di Kota Tasik!Dua Telepon Tak Pernah Diam!

Di titik itulah nama Tiar Nabila Karbala tiba-tiba menjadi menarik. Bukan karena ia datang membawa panggung. Justru karena ia datang membawa pintu. Pintu menuju Jakarta. Pintu menuju kementerian. Pintu menuju jejaring ekonomi kreatif nasional.

Tiar menjadi katalisator pertemuan Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan jajaran Ekonomi Kreatif Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi. Ada pembicaraan tentang kemungkinan kolaborasi. Ada pembicaraan tentang portofolio kegiatan. Ada pembicaraan bagaimana ulang tahun Kota Tasikmalaya pada Oktober nanti tidak berhenti sebagai pesta milik orang Tasikmalaya saja, tetapi bisa mendapatkan sentuhan dan keterlibatan lebih luas dari level nasional.

Tiar menjadi trigger-nya. Ia membuka percakapan. Ia memperkenalkan satu per satu orang yang dibawanya. Termasuk Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan.

Kepada orang lain, mungkin namanya cukup disebut Wali Kota. Kepada Tiar, lain cerita. Ia memanggilnya, “A Viman”. Maklum. Ada hubungan keluarga di antara mereka.

Tetapi hubungan keluarga rupanya bukan satu-satunya modal yang dibawa Tiar ke ruangan itu. Ia membawa sesuatu yang lebih penting: peta jalan menuju lembaga-lembaga di tingkat nasional.

Hari itu Tiar datang dengan pakaian yang sederhana. Kemeja putih. Jaket parka biru.Celana hitam. Tidak ada jas resmi. Tidak ada dasi. Tetapi tubuhnya yang tinggi besar cukup membuatnya mudah dikenali.

Baca Juga:Dari Medan Perang ke Mimbar Pesantren!Anak Ketiga Ditemukan, Pencarian Anak Hilang di Tasikmalaya Tuntas, Misteri Kepergian Mulai Terkuak

Ia tampak seperti orang yang sudah tahu akan bicara apa. Dan memang begitu. Tiar tidak terlihat seperti tamu yang menunggu ditanya.

Ia justru terlihat seperti orang yang membuka pembicaraan. Menjelaskan maksud kedatangan. Memperkenalkan rombongan. Menerangkan apa yang hendak dibangun Kota Tasikmalaya.

0 Komentar