Event Jadi Pemicu Tingginya Traffic Mal di Tasikmalaya, Kunjungan Bisa Melonjak Lima Kali Lipat

event dongkrak kunjungan mal
Para pengunjung memadati atrium Plaza Asia Tasikmalaya pada saat atraksi barongsai pada Februari 2026 lalu. Fitriah Widayanti/Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Mal kini tak cukup hanya mengandalkan etalase tenant untuk mengundang pengunjung.

Di tengah daya beli masyarakat yang semakin selektif, event menjadi salah satu amunisi pengelola pusat perbelanjaan untuk mendongkrak traffic sekaligus menjaga denyut bisnis tenant.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Wilayah Tasikmalaya-Cirebon Lucy Sosilawaty mengatakan, peningkatan kunjungan ke pusat perbelanjaan tidak terlepas dari strategi pengelola menghadirkan berbagai kegiatan yang relevan dengan minat masyarakat.

Baca Juga:Tasik Muslim Fair 2026 Bidik Transaksi Rp10 Miliar, Viman Dorong UMKM Naik KelasRekonstruksi Kasus Pengeroyokan Remaja di Tasikmalaya! 4 Tersangka Peragakan 16 Adegan, Terancam 7 Tahun

Ia mencontohkan kondisi di Plaza Asia Tasikmalaya. Traffic pengunjung disebut mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya seiring banyaknya event yang digelar.

“Di weekdays kalau pengunjung ada naik sekitar 30 persen saja dibanding tahun kemarin. Kalau dibanding bulan kemarin kan beda ya, kalau bulanan ada perbandingannya,” ungkap Lucy.

Menurut dia, aktivitas tenant saja belum cukup menjadi magnet kunjungan. Pengelola perlu menciptakan alasan tambahan agar masyarakat mau datang ke mal, bahkan ketika tidak memiliki kebutuhan belanja tertentu.

Sebab, pada akhir pekan tanpa kegiatan khusus, kenaikan jumlah pengunjung tidak selalu signifikan. Sebaliknya, ketika event yang digelar sesuai dengan minat masyarakat, traffic bisa melonjak jauh lebih tinggi.

“Kalau ada event, itu bisa sampai lima kali lipat dibandingkan hari biasa,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat pengelola pusat perbelanjaan harus semakin selektif dalam menentukan konsep kegiatan. Event bukan sekadar mengisi ruang kosong di dalam mal, melainkan harus mampu menjadi magnet yang mendatangkan pengunjung sekaligus membuat mereka betah beraktivitas lebih lama.

Perubahan perilaku konsumen juga ikut menggeser fungsi mal. Masyarakat, terutama kalangan muda, kini tidak semata menjadikan pusat perbelanjaan sebagai tempat transaksi.

Baca Juga:Cerita Hidup Bupati Herdiat!APBD Perubahan Diketok ketika Pendapatan Kota Tasikmalaya Masih Anjlok

Mal juga menjadi ruang untuk melepas penat, menikmati kuliner, mencari hiburan, membuat konten, hingga berkumpul bersama teman dan keluarga.

Karena itu, konsep event pun harus mengikuti perubahan tersebut. Kegiatan yang terlalu sering mengulang pola yang sama berpotensi membuat pengunjung kehilangan minat. Pengelola dituntut menghadirkan pengalaman yang berbeda agar mal tetap punya daya tarik.

Dari sisi bisnis, peningkatan traffic saat event juga berpotensi mengalir ke tenant. Pengunjung yang awalnya datang untuk mengikuti atau menyaksikan kegiatan memiliki peluang lebih besar mampir ke gerai makanan dan minuman maupun tenant lainnya.

0 Komentar