Cerita Hidup Bupati Herdiat!

perjalanan hidup Herdiat Sunarya
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya. olah digital /ChatGPT
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Ada orang lahir di sebuah kota, lalu hidupnya habis di kota itu. Ada juga yang lahir di satu tempat, tetapi takdir membawanya tumbuh di tempat lain.

Herdiat Sunarya termasuk yang kedua. Ia lahir di Kuningan, 10 Oktober 1960. Tetapi cerita hidupnya justru banyak ditulis di Ciamis.

Di sanalah ia bersekolah. Dari SDN Kawali I, SMPN 1 Kawali, hingga SMAN 1 Ciamis. Ciamis bukan sekadar tempat menempuh pendidikan. Belakangan, daerah itu menjadi panggung pengabdiannya.

Baca Juga:APBD Perubahan Diketok ketika Pendapatan Kota Tasikmalaya Masih AnjlokRun For Tasik 2026! Lari Lawan Sampah, Jaga Pejuang Kebersihan

Dari bangku sekolah menuju birokrasi. Dari birokrasi menuju politik. Dan kini, namanya mulai disebut untuk panggung yang lebih luas: Jawa Barat.

Herdiat kemudian melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas Pasundan. Ia menekuni bidang administrasi negara. Ini seperti pilihan yang kelak menemukan jalannya sendiri.

Sebab setelah lulus, Herdiat memang masuk ke dunia yang berurusan dengan negara: birokrasi pemerintahan.

Kariernya berjalan bertahap. Tidak langsung menjadi bupati. Tidak langsung duduk di kursi paling depan. Ada tangga yang harus dinaiki.

Ia pernah menjadi kepala desa, kemudian menjalani berbagai posisi birokrasi hingga dipercaya menjadi pejabat struktural. Kariernya terus bergerak sampai akhirnya menjadi Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis.

Di sinilah menariknya perjalanan Herdiat. Ia bukan politisi yang pertama kali mengenal pemerintahan setelah memenangkan pilkada.

Ia justru mengenal pemerintahan lebih dahulu, baru kemudian masuk ke politik. Birokrat dulu. Politisi kemudian.

Baca Juga:Tiga Kawan Jadi Tersangka Pembunuhan Pria Bertato Ciawi Tasikmalaya, Terancam 12 Tahun PenjaraSMAN 3 Tasikmalaya Perkuat Pengawasan Siswa Setelah Dugaan Penganiayaan Senior Mencuat

Herdiat juga tidak berhenti setelah mendapatkan gelar sarjana. Ia melanjutkan pendidikan magister manajemen. Kemudian pendidikan doktor.

Jalur akademiknya membuat perjalanan Herdiat cukup panjang: pemerintahan di satu sisi, pendidikan di sisi lain.

Barangkali ia percaya bahwa mengurus pemerintahan tidak cukup hanya dengan pengalaman. Harus ada pengetahuan. Dan pengetahuan pun tidak cukup kalau tidak pernah diuji di lapangan.

Itulah sebabnya kisah Herdiat menarik dibaca bukan sekadar sebagai daftar jabatan. Ada sekolah birokrasi di belakangnya. Ada sekolah politik setelahnya. Dan keduanya sekarang bertemu dalam satu nama.

Tahun 2018 menjadi titik belok. Herdiat meninggalkan jalur birokrasi dan masuk ke arena politik elektoral. Pada Pilkada Ciamis 2018, ia maju bersama Yana D Putra. Hasilnya: terpilih sebagai Bupati Ciamis untuk periode 2019–2024.

0 Komentar