SMAN 3 Tasikmalaya Perkuat Pengawasan Siswa Setelah Dugaan Penganiayaan Senior Mencuat

dugaan penganiayaan siswa
Pertemuan komite sekolah dengan SMAN 3 Tasikmalaya dan orang tua siswa, Rabu (30/9/2026). Istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kasus dugaan penganiayaan terhadap siswa SMAN 3 Tasikmalaya yang kini didalami Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota mendorong sekolah, komite, guru, dan orang tua memperkuat pengawasan terhadap aktivitas siswa.

Ketua Komite SMAN 3 Tasikmalaya, Irfan Ramdani, menyampaikan hasil komitmen bersama tersebut usai pertemuan antara sekolah, komite dan guru, Rabu (30/9/2026).

Komitmen itu menegaskan bahwa pembinaan siswa tidak hanya menjadi urusan sekolah. Pengawasan juga harus berlanjut ketika siswa telah meninggalkan lingkungan sekolah.

Baca Juga:Kelurahan di Kota Tasikmalaya Genjot Gotong Royong Atasi SampahSenioritas Jangan Berubah Jadi Kekerasan! Sisterhood Soroti Dugaan Perundungan Siswa SMAN 3 Tasikmalaya

“Setelah kegiatan belajar mengajar selesai dan siswa berada di luar lingkungan sekolah, orang tua atau wali memiliki peran dan tanggung jawab utama dalam mengawasi, mendampingi, membina, serta memastikan anak menggunakan waktunya untuk kegiatan yang positif dan terarah,” ujar Irfan.

Menurutnya, sekolah dan guru tetap memiliki tanggung jawab memberikan pendidikan, pembinaan, pengawasan serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Sementara komite sekolah berperan sebagai mitra dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan orang tua maupun masyarakat.

Komitmen tersebut juga menekankan pentingnya penguatan karakter, kedisiplinan, etika dan perilaku positif siswa secara berkelanjutan.

Di sisi lain, orang tua diminta mengetahui aktivitas, pergaulan dan kegiatan anak setelah proses belajar mengajar selesai.

Hal ini menjadi penting di tengah dugaan penganiayaan yang disebut terjadi di luar lingkungan sekolah.

Di tengah proses penyelidikan itu, komitmen sekolah dan orang tua diarahkan untuk memastikan persoalan siswa tidak diselesaikan dengan tekanan, intimidasi maupun kekerasan.

Baca Juga:Forsil RTRW Desak Pemkot Tasikmalaya Keruk Sungai Jelang Musim HujanKemarau Masih Melanda Kota Tasikmalaya, 1,7 Juta Liter Air Bersih Telah Disalurkan

Setiap persoalan yang berkaitan dengan siswa, jelas Irfan, harus dikomunikasikan dan diselesaikan melalui mekanisme yang baik, terbuka dan edukatif.

Sekolah, komite, guru dan orang tua juga berkomitmen terus membangun komunikasi demi menjaga keamanan, kenyamanan dan masa depan peserta didik.

Sebab, pendidikan anak tidak berhenti ketika bel sekolah berbunyi. Di luar pagar sekolah, pengawasan keluarga dan lingkungan menjadi bagian penting agar pembinaan tidak kehilangan arah.

” Sekolah mendidik, guru membina, orang tua mendampingi, dan bersama-sama kita menjaga anak-anak kita,” jelas Irfan.

Sebelumnya, Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Warung Babeh, Jalan Letkol Basir Surya, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.

0 Komentar