Kelurahan di Kota Tasikmalaya Genjot Gotong Royong Atasi Sampah

masalah sampah di Kota Tasikmalaya
Ketua Forum Lurah Kota Tasikmalaya, Mulyono. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya 
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah di tingkat kelurahan se-Kota Tasikmalaya.

Edukasi pemilahan sampah hingga ajakan gotong royong terus digencarkan agar sampah dari rumah warga tidak berujung menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA).

Ketua Forum Lurah Kota Tasikmalaya, Mulyono mengatakan, gotong royong menjadi salah satu kekuatan yang bisa diandalkan kelurahan untuk menjaga lingkungan tanpa harus selalu bergantung pada anggaran.

Baca Juga:Senioritas Jangan Berubah Jadi Kekerasan! Sisterhood Soroti Dugaan Perundungan Siswa SMAN 3 TasikmalayaForsil RTRW Desak Pemkot Tasikmalaya Keruk Sungai Jelang Musim Hujan

“Yang bisa dirasakan masyarakat langsung dan tidak mengeluarkan anggaran, paling kita menggali nilai gotong royong masyarakat. Supaya tatanan kelurahan sehat itu bisa dibangun dengan membangkitkan lagi gotong royong masyarakat,” kata Mulyono, Selasa (30/9/2026).

Menurut dia, persoalan kebersihan semakin mendapat perhatian menjelang Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya. Lingkungan kelurahan, termasuk jalan, gang dan jalur utama, diharapkan tetap bersih dari tumpukan sampah.

Di Kelurahan Cibeureum Jaya, kata dia, edukasi kepada masyarakat dilakukan untuk mengurangi sampah yang keluar dari rumah. Warga didorong memilah sampah berdasarkan jenis dan nilai manfaatnya.

Sampah yang memiliki nilai ekonomi seperti kaleng dan botol bekas dipisahkan untuk dimanfaatkan atau dijual. Sementara sampah organik dapat diarahkan menjadi pupuk dan sampah yang tidak dapat didaur ulang dipisahkan tersendiri.

“Bagaimana cara memilah dan memilih sampah supaya mengurangi sampah keluar dari perumahan masing-masing dan tidak menumpuk di TPA. Ini menjadi permasalahan sekarang,” ujarnya.

Mulyono menyebut isu sampah bahkan hampir selalu muncul dalam pertemuan dengan masyarakat.

Selain soal pemilahan, warga juga terus diingatkan agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai maupun ruas jalan yang bukan tempat pembuangan sementara (TPS).

Baca Juga:Kemarau Masih Melanda Kota Tasikmalaya, 1,7 Juta Liter Air Bersih Telah DisalurkanCLTN Demi Kursi Dewas BLUD, GMNU Soroti Aturan ASN: Jangan Sampai Regulasi Jadi Karpet Merah

Ironisnya, dia mengungkapkan, masih ada sampah yang dibuang di sejumlah titik oleh orang yang melintas. Aktivitas tersebut bahkan disebut kerap dilakukan pada pagi hari oleh warga yang hendak menuju pasar.

“Terus kami sosialisasikan dan mengedukasi masalah sampah. Cara membuang pun jangan sampai sembarangan ke sungai. Walaupun di wilayah kami ada jalur-jalur yang bukan TPS, tapi banyak sampah,” terangnya.

0 Komentar