Cerita Hidup Bupati Herdiat!

perjalanan hidup Herdiat Sunarya
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya. olah digital /ChatGPT
0 Komentar

Pada Pilkada 2024, Herdiat-Yana kembali maju dan menjadi pasangan calon tunggal. Keduanya kemudian kembali memimpin Ciamis untuk periode berikutnya.

Di sinilah seorang birokrat berubah menjadi politisi. Perubahannya tidak terjadi dalam satu malam. Birokrasi memberinya pengalaman mengurus pemerintahan.

Politik memberinya mandat untuk mengambil keputusan. Keduanya tentu berbeda. Birokrat bekerja dalam struktur. Politisi bekerja bersama suara rakyat. Menjadi bupati berarti harus berdiri di antara keduanya.

Baca Juga:APBD Perubahan Diketok ketika Pendapatan Kota Tasikmalaya Masih AnjlokRun For Tasik 2026! Lari Lawan Sampah, Jaga Pejuang Kebersihan

Ada sisi lain dari Herdiat yang tidak kalah menarik: olahraga. Namanya lama bersinggungan dengan dunia olahraga Ciamis.

PSGC Ciamis menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan tersebut. Herdiat dikenal memiliki kedekatan kuat dengan klub sepak bola kebanggaan masyarakat Ciamis itu.

Ia juga tercatat aktif dalam sejumlah organisasi olahraga, termasuk PBVSI dan PSSI Askab Ciamis.

Mungkin ada alasan mengapa politik dan olahraga sering berdekatan. Keduanya sama-sama membutuhkan tim. Keduanya membutuhkan strategi. Keduanya membutuhkan stamina. Dan yang paling penting: keduanya tidak bisa dimainkan sendirian.

Seorang striker hebat tidak akan mencetak gol tanpa pemain lain. Seorang kepala daerah juga tidak mungkin bekerja sendirian.

Lalu bagaimana dengan nama Herdiat Sunarya? Ada tafsir populer yang mencoba mengurai nama itu menjadi rangkaian makna: keberanian, kepemimpinan, kemuliaan, hingga simbol kebaikan dan kejayaan.

Tetapi itu sebaiknya dibaca sebagai tafsir budaya atau doa yang melekat pada nama, bukan sebagai fakta etimologis yang sudah pasti.

Baca Juga:Tiga Kawan Jadi Tersangka Pembunuhan Pria Bertato Ciawi Tasikmalaya, Terancam 12 Tahun PenjaraSMAN 3 Tasikmalaya Perkuat Pengawasan Siswa Setelah Dugaan Penganiayaan Senior Mencuat

Sebab nama seseorang tidak selalu bisa diterjemahkan dengan rumus kamus. Nama adalah pemberian. Kadang berasal dari bahasa. Kadang dari harapan. Kadang dari kenangan. Kadang hanya karena orang tua merasa nama itu terdengar indah.

Dan mungkin yang lebih penting bukan apa arti nama itu ketika diberikan. Melainkan apa yang dilakukan pemilik nama sepanjang hidupnya.

Herdiat lahir di Kuningan. Tumbuh di Ciamis. Menjadi birokrat. Menjadi Sekda. Kemudian menjadi bupati. Kini namanya mulai disebut dalam percakapan politik Jawa Barat.

Pada 23 September 2026, dalam peresmian Kantor DPC Gerindra Kabupaten Ciamis, Herdiat bahkan menyatakan kesiapannya apabila didorong maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat.

0 Komentar