Artinya, event tidak hanya menjadi strategi mendatangkan kerumunan, tetapi juga menjadi salah satu cara membangun ekosistem bisnis di dalam pusat perbelanjaan.
Pola tersebut menunjukkan bahwa persaingan mal kini bukan semata soal siapa yang memiliki tenant paling lengkap. Pengelola juga dituntut mampu menciptakan pengalaman yang membuat masyarakat punya alasan untuk datang, meski tidak sedang mencari barang tertentu.
Lucy menilai strategi tersebut menjadi bagian dari upaya pusat perbelanjaan mempertahankan kunjungan di tengah pola konsumsi masyarakat yang semakin selektif.
Baca Juga:Tasik Muslim Fair 2026 Bidik Transaksi Rp10 Miliar, Viman Dorong UMKM Naik KelasRekonstruksi Kasus Pengeroyokan Remaja di Tasikmalaya! 4 Tersangka Peragakan 16 Adegan, Terancam 7 Tahun
Dengan kata lain, ketika isi dompet makin dihitung, mal harus makin pintar menciptakan alasan agar orang tetap datang. Event pun bukan lagi sekadar hiburan, tetapi ikut menjadi bagian dari strategi bisnis untuk menjaga traffic dan menghidupkan transaksi tenant. (fitriah widayanti)
