Usman Mapay Lembur: Mengecek Jalan, Menghitung Domba, Mendengar Suara Warga!

Usman Kusmana Saba Kampung Tasikmalaya
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Dr. Usman Kusmana, M.Si. saat Saba Kampung, Sabtu (3/10/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIK, RADARTASIK.ID — Ada cara sederhana untuk mengetahui apakah sebuah program pemerintah benar-benar sampai ke masyarakat. Datang. Lihat sendiri. Dengar sendiri. Jangan hanya membaca laporan.

Itulah yang dilakukan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Dr. Usman Kusmana, M.Si., Sabtu (3/10/2026). Bersama timnya, Usman melakukan kegiatan Saba Kampung Mapay Pilemburan.

Namanya sederhana. Maksudnya cukup serius: menyusuri kampung, melihat pembangunan yang sudah berjalan, sekaligus memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima dan dimanfaatkan masyarakat.

Baca Juga:Tasik Muslim Fair 2026 Bidik Transaksi Rp10 Miliar, Viman Dorong UMKM Naik KelasRekonstruksi Kasus Pengeroyokan Remaja di Tasikmalaya! 4 Tersangka Peragakan 16 Adegan, Terancam 7 Tahun

Salah satunya pembangunan Jalan Cisinga. Bukan sekadar melihat jalan dari dalam mobil. Usman ingin mengetahui bagaimana kualitas pembangunan yang dirasakan langsung masyarakat.

Setelah jalan, perjalanannya berlanjut ke kandang domba. Ada enam titik kelompok tani yang didatangi. Masing-masing berada di Desa Pakemitan, Condong, Pasirhuni, Sindangraja, Mekarsari, dan Desa Kadipaten.

Setiap kelompok menerima 11 ekor domba. Totalnya 66 ekor. Yang diperiksa bukan hanya jumlahnya. Tetapi juga kondisinya. Apakah dombanya sehat? Apakah bantuan benar-benar berada di kelompok penerima? Apakah kelompoknya amanah? Dan yang paling penting: apakah bantuan itu berkembang?

Sebab bantuan ternak seharusnya bukan berhenti pada menerima. Hari ini 11 ekor. Besok jangan sampai tinggal sebelas lagi. Kalau bisa menjadi dua puluh. Lalu tiga puluh. Di situlah ukuran keberhasilan bantuan ternak sebenarnya.

Usman ingin memastikan bantuan tersebut dijaga dan dikembangkan. Bukan sekadar menjadi cerita bahwa pemerintah pernah memberikan bantuan. Saba Kampung juga menjadi cara Usman melihat pembangunan daerah dari jarak yang lebih dekat.

Terutama program pembangunan infrastruktur yang menggunakan APBD, termasuk pembangunan yang bersumber dari pinjaman daerah. Ada hal yang ingin ia luruskan.

Pembangunan jalan atau infrastruktur yang dikerjakan pemerintah daerah bukanlah semata-mata klaim keberhasilan seorang bupati. Itu adalah pekerjaan pemerintah daerah. Di dalamnya ada eksekutif. Ada DPRD. Ada anggaran daerah.

Baca Juga:Cerita Hidup Bupati Herdiat!APBD Perubahan Diketok ketika Pendapatan Kota Tasikmalaya Masih Anjlok

Ada proses perencanaan. Ada pengawasan. Dan pada akhirnya ada masyarakat yang menikmati atau merasakan hasilnya. Karena itu, kata Usman, pembangunan harus dijaga sejak perencanaan sampai pekerjaan selesai.

Jangan sampai anggaran sudah besar, tetapi kualitasnya kecil. Jangan sampai panjang jalannya berkurang, ketebalannya berkurang, kualitas materialnya berkurang. Dan jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan sisanya.

0 Komentar