Terutama pembangunan yang menggunakan dana pinjaman daerah. Sebab pinjaman itu bukan uang gratis. Ada kewajiban membayar kembali. Bahkan harus dibayar dalam masa kepemimpinan Bupati Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al Ayubi.
Artinya, setiap rupiah yang dipinjam harus menghasilkan pembangunan yang benar-benar bisa dipertanggungjawabkan. Kalau Bermain, Black List.
Karena itu Usman berharap Pemkab Tasikmalaya tidak ragu memberikan sanksi kepada pihak ketiga yang bermain-main dalam pekerjaan. Siapa pun.
Baca Juga:Tasik Muslim Fair 2026 Bidik Transaksi Rp10 Miliar, Viman Dorong UMKM Naik KelasRekonstruksi Kasus Pengeroyokan Remaja di Tasikmalaya! 4 Tersangka Peragakan 16 Adegan, Terancam 7 Tahun
Termasuk jika suatu hari ditemukan pihak ketiga yang dianggap tidak memenuhi kualitas pekerjaan, tidak menjalankan kewajiban sebagaimana kontrak, atau mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan.
“Kalau ditemukan pihak ketiga yang main-main, meskipun dari lingkaran bupati, kita berharap Pemkab mem-blacklist,” demikian garis besar sikap Usman.
Sebab proyek pemerintah bukan proyek milik kelompok tertentu. Bukan pula milik lingkaran kekuasaan. Itu uang rakyat. Dan kalau uangnya berasal dari pinjaman, beban rakyatnya bahkan bisa berlangsung lebih panjang daripada umur proyeknya.
Ada satu hal lain dalam Saba Kampung.
Usman tidak hanya datang untuk mengecek program. Ia juga menemui jaringan tim di setiap wilayah yang didatangi. Silaturahmi. Menjaga komunikasi.
Sekaligus menjaga semangat mereka yang selama ini membantu perjuangannya di daerah pemilihan. Namun yang lebih penting, pertemuan itu menjadi ruang untuk mendengar aspirasi masyarakat.
Termasuk bagaimana masyarakat merasakan program strategis nasional Presiden RI Prabowo Subianto. Terutama sektor pertanian. Petani, kata Usman, perlu didengar langsung.
Bukan hanya dari laporan statistik. Masyarakat ingin tahu apakah pupuk lebih mudah diperoleh. Apakah harganya benar-benar turun. Dan apakah kebijakan pertanian pemerintah benar-benar terasa di sawah.
Baca Juga:Cerita Hidup Bupati Herdiat!APBD Perubahan Diketok ketika Pendapatan Kota Tasikmalaya Masih Anjlok
Dalam dialog itu, Usman menyampaikan informasi bahwa harga pupuk telah turun sekitar 20 persen. Tetapi angka tetaplah angka. Yang paling penting adalah bagaimana angka itu terasa ketika petani pergi ke kios pupuk.
Sebab bagi petani, keberhasilan kebijakan bukan terletak pada kalimat di podium. Keberhasilan ada ketika pupuk tersedia. Harganya terjangkau. Lalu hasil panennya bisa membuat keluarga pulang dengan senyum.
