Saba Kampung akhirnya bukan hanya perjalanan dari satu desa ke desa lain. Ada jalan yang diperiksa. Ada domba yang dihitung. Ada kelompok tani yang ditemui.
Ada tim yang disambangi. Ada suara masyarakat yang dibawa pulang.
Dan ada satu pesan yang cukup jelas. Pembangunan tidak boleh berhenti pada seremoni. Bantuan tidak boleh berhenti pada penyerahan.
Anggaran tidak boleh berhenti pada laporan. Semua harus sampai pada hasil. Karena masyarakat tidak makan laporan.
Baca Juga:Tasik Muslim Fair 2026 Bidik Transaksi Rp10 Miliar, Viman Dorong UMKM Naik KelasRekonstruksi Kasus Pengeroyokan Remaja di Tasikmalaya! 4 Tersangka Peragakan 16 Adegan, Terancam 7 Tahun
Petani tidak memelihara berita acara. Dan jalan tidak bisa dilalui hanya dengan foto peresmian.
Yang dilalui tetap jalannya. Yang dipelihara tetap dombanya. Dan yang membayar kembali pinjaman daerah tetap rakyat. Maka Saba Kampung barangkali memang cara lama.
Tetapi untuk memastikan program pemerintah benar-benar bekerja, cara lama itu kadang justru paling sederhana: Datang. Lihat. Dengarkan. Lalu awasi. (red)
