Tiar N Karbala Membuka  Jalan Kota Tasikmalaya!

Tiar N Karbala Kota Tasikmalaya
Tiar N Karbala, Stafsus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital.
0 Komentar

Lalu menawarkan kemungkinan kolaborasi. Di situlah peran seorang staf khusus mulai terlihat. Bukan sekadar duduk di belakang meja. Bukan sekadar menyandang nama jabatan. Tetapi menjadi penghubung.

Mengetahui siapa harus bertemu siapa. Mengetahui pintu mana yang harus diketuk.Dan yang paling penting: tahu apa yang harus dibawa ketika pintu itu terbuka.

Untuk Kota Tasikmalaya, Oktober nanti adalah momentum. Untuk Tiar, mungkin ini kesempatan memperlihatkan bahwa hubungan dengan daerah asal tidak harus selalu dalam bentuk pulang kampung. Bisa juga dalam bentuk membawa pulang peluang.

Baca Juga:Paradoks Karaoke di Kota Tasik!Dua Telepon Tak Pernah Diam!

Tiar Nabila Karbala lahir di Jakarta, 21 Maret 1990. Usianya baru 36 tahun. Tetapi ruang kerjanya sudah berada di level yang tidak kecil. Ia kini dipercaya menjadi Staf Khusus Presiden Republik Indonesia bidang UMKM dan Teknologi Digital. Bidangnya juga menarik. UMKM dan teknologi digital.

Kebetulan Kota Tasikmalaya ini ingin membuat ulang tahun. Kementerian memiliki ekosistem ekonomi kreatif. Maka pertanyaannya sederhana:

Mengapa tidak dipertemukan?

Tiar bukan datang dari ruang kosong. Ia adalah putra H. Amir Mahpud, pengusaha otobus yang dikenal luas dan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat.

Tetapi justru di sinilah cerita Tiar menjadi menarik. Anak seorang pengusaha besar memang memiliki pintu yang mungkin lebih mudah terbuka.

Tetapi pintu yang terbuka tidak otomatis membuat seseorang mampu bertahan di dalam ruangan. Tiar membangun jalannya sendiri.

Ia menempuh pendidikan Manajemen di Institut Teknologi Bandung dan lulus dengan predikat cum laude.

Setelah itu melanjutkan Master of Science di London School of Economics and Political Science, Inggris. Dari kampus ke dunia usaha. Dari dunia usaha ke fintech. Dari fintech ke organisasi industri.

Baca Juga:Dari Medan Perang ke Mimbar Pesantren!Anak Ketiga Ditemukan, Pencarian Anak Hilang di Tasikmalaya Tuntas, Misteri Kepergian Mulai Terkuak

Lalu masuk ke lingkar kebijakan nasional. Perjalanan itu memperlihatkan satu hal:Ia tidak hanya mengumpulkan jabatan. Ia mengumpulkan pengalaman.

Dalam organisasi industri fintech, Tiar juga memiliki pengalaman sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) periode 2023–2025.

Sebelumnya ia aktif di HIPMI dan kegiatan sosial. Ia juga memperkuat kapasitas melalui program kepemimpinan internasional, termasuk High Impact Leadership Program INSEAD dan General Management Program National University of Singapore.

0 Komentar