TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dulu Empat, Kini Delapan. Tak Ada Pita Dipotong, Tiba-Tiba Room Sudah Penuh di Medsos
Kota Tasikmalaya rupanya sedang mengalami sebuah pertumbuhan yang agak unik. Bukan pertumbuhan penduduk. Bukan pula pertumbuhan jalan. Bukan gedung pemerintahan baru. Melainkan tempat karaoke.
Pertumbuhannya pun tidak seperti pertumbuhan usaha pada umumnya.
Tidak ada baliho besar. Tidak ada panggung. Tidak ada pejabat yang datang membawa gunting. Tidak ada pita merah yang dipotong. Tidak ada karangan bunga bertuliskan “Selamat dan Sukses Atas Dibukanya…” Tiba-tiba saja muncul di media sosial.
Baca Juga:Dua Telepon Tak Pernah Diam!Dari Medan Perang ke Mimbar Pesantren!
Lalu beberapa hari kemudian, orang sudah tahu alamatnya. Ada room-nya. Ada lampunya. Ada sound system-nya. Ada daftar lagu. Dan tentu saja ada orang yang datang. Diam-diam.
Kalau dulu Kota Tasikmalaya hanya mengenal sekitar empat tempat karaoke, kini pada 2026 jumlahnya berkembang menjadi sekitar delapan usaha yang terdata dalam sasaran pengecekan tim gabungan.
Berarti bertambah dua kali lipat. Namun anehnya, pertumbuhan itu nyaris tidak terdengar. Mungkin karena karaoke di Kota Tasikmalaya memang bukan jenis usaha yang biasa diumumkan dengan pengeras suara.
Ia tumbuh seperti jamur setelah hujan. Tetapi hujannya tidak diketahui kapan turun. Ada alasan mengapa kata karaoke terdengar sedikit sensitif di Kota Tasikmalaya.
Kota ini punya identitas kuat sebagai Kota Santri. Kehidupan sosialnya juga lekat dengan nilai-nilai keagamaan. Maka ketika kata karaoke disebut, respons masyarakat bisa berbeda-beda.
Ada yang menganggapnya sekadar hiburan. Ada yang melihatnya sebagai bagian dari industri jasa. Ada pula yang langsung menghubungkannya dengan persoalan moral.
Yang mana yang benar? Entahlah. Tidak mudah mencari jawabannya. Karena karaoke sendiri sebenarnya hanya sebuah ruangan. Yang membuatnya menjadi baik atau buruk adalah apa yang dilakukan manusia di dalamnya.
Baca Juga:Anak Ketiga Ditemukan, Pencarian Anak Hilang di Tasikmalaya Tuntas, Misteri Kepergian Mulai TerkuakMencari Karcis, Mencari Kadis!
Persoalannya, manusia sering lebih rumit daripada ruangan. Maka karaoke di Tasikmalaya seperti berjalan dengan langkah kecil. Tidak ingin terlalu berisik. Tidak ingin terlalu terlihat. Tetapi ternyata tetap tumbuh. Tidak ada grand opening
Menariknya, beberapa tempat karaoke baru tidak tumbuh melalui seremoni. Tidak ada pejabat. Tidak ada karangan bunga. Promosinya cukup melalui media sosial.
