TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Akses warga dan fasilitas dasar di Desa Parungponteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, mendapat perhatian dari Persaudaraan AKABRI 1992 (Persada ’92).
Persada ’92 meninjau sejumlah titik yang direncanakan mendapat pembangunan dan bantuan, mulai dari jembatan penghubung antardesa, fasilitas air bersih, sarana pendidikan hingga rumah warga tidak layak huni, Rabu (30/9/2026) sore.
Peninjauan dilakukan Brigjen TNI Dani Raksa, Pati Sahli Kasad TNI, mewakili Persada ’92. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Pelindung Persada ’92 sekaligus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Baca Juga:Cerita Hidup Bupati Herdiat!APBD Perubahan Diketok ketika Pendapatan Kota Tasikmalaya Masih Anjlok
Salah satu perhatian utama ialah rencana pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Parungponteng dengan Desa Barumekar.
Jembatan itu diproyeksikan membuka akses bagi sekitar 360 hingga 380 kepala keluarga (KK). Akses tersebut juga menjadi bagian penting bagi anak-anak yang setiap hari bersekolah mulai tingkat TK hingga SMK.
Selama ini, akses antarkawasan menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat.
Dengan adanya jembatan, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih mudah, termasuk aktivitas pendidikan dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Persada ’92 juga merencanakan pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga di tiga RT yang mencakup sekitar 290 KK.
Air dari fasilitas tersebut nantinya tidak hanya dimanfaatkan warga, tetapi juga mendukung kebutuhan MTs Al-Hidayah dan masjid setempat.
Persoalan air bersih yang selama ini menjadi kebutuhan dasar masyarakat pun diharapkan bisa mendapat solusi yang lebih permanen.
Tak berhenti pada akses dan air bersih, Persada ’92 juga menghibahkan lahan sekitar 280 meter persegi untuk pengembangan fasilitas pendidikan.
Baca Juga:Run For Tasik 2026! Lari Lawan Sampah, Jaga Pejuang KebersihanTiga Kawan Jadi Tersangka Pembunuhan Pria Bertato Ciawi Tasikmalaya, Terancam 12 Tahun Penjara
Lahan tersebut direncanakan digunakan untuk memperluas halaman sekolah, membangun lapangan olahraga dan menyediakan tempat upacara.
Dengan begitu, sekolah tidak sekadar memiliki ruang belajar, tetapi juga ruang yang lebih layak untuk aktivitas siswa.
Bantuan juga menyasar kebutuhan rumah tinggal. Sebanyak tiga rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga kurang mampu direncanakan mendapat rehabilitasi.
Di bidang kesehatan, Persada ’92 menyiapkan sejumlah kegiatan sosial, di antaranya operasi katarak, khitanan massal, operasi bibir sumbing serta pembagian sembako.
