TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Benda mencurigakan yang menyerupai bom rakitan di bekas Gedung Aci Engsun, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Kamis sore (10/9/2026), ternyata tidak ditemukan mengandung bahan peledak maupun inisiator.
Kendati demikian, Tim Gegana Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Jawa Barat tetap mengambil langkah pengamanan dengan melakukan disrupternuntuk mencerai-beraikan rangkaian benda tersebut.
Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jawa Barat Kompol Iyus Ali Yusup mengatakan, pihaknya datang ke lokasi setelah menerima perintah dari Kapolda Jabar melalui Dansat Brimob terkait temuan benda yang diduga bom tersebut.
Setibanya di lokasi, tim Gegana langsung melakukan pemeriksaan menggunakan X-ray.
Baca Juga:Buruh Tasikmalaya Geram ke Pemerintah, Ribuan Pekerja Siap Turun ke Jalan jika Haknya Tak DilindungiOjol Tasikmalaya Soroti Potongan hingga 28 Persen, Aplikator Didesak Setop Gerus Penghasilan Driver
“Hasil X-ray itu kami temukan bahwa benda tersebut memang mengandung unsur rangkaian bom. Tapi tidak ada bahan peledak maupun inisiator,” ujar Iyus kepada wartawan di lokasi, Kamis malam.
Menurutnya, dari pemeriksaan tersebut tidak ditemukan detonator maupun bahan peledak. Komponen yang ada di dalam benda itu antara lain baterai, kabel dan sejumlah rangkaian lainnya.
Dengan kata lain, bentuknya boleh bikin jantung berdebar, tetapi isi utamanya belum sampai pada kategori bom yang siap meledak.
“Jadi, tidak ada detonator, tidak ada bahan. Cuman untuk baterai kemudian kabel dan lain sebagainya itu ada di situ,” katanya.
Meski tidak ditemukan unsur bahan peledak, petugas tetap tidak ingin mengambil risiko. Setelah berkoordinasi dengan Kapolres Tasikmalaya Kota, tim kemudian melakukan tindakan disrupter.
Iyus menjelaskan, disrupter merupakan tindakan untuk mencerai-beraikan rangkaian benda mencurigakan agar tidak menimbulkan risiko bagi petugas maupun masyarakat di sekitarnya.
“Itu namanya disrupter. Itu mencerai-beraikan rangkaian itu. Supaya kita enggak mau ambil risiko,” jelasnya.
Baca Juga:Timses Fauzan Layangkan Klarifikasi ke KADIN Jabar, Soroti Verifikasi yang Dinilai Tak Transparan di MukotaPendataan Perpustakaan Jadi Penentu IPLM, Pemkot Tasikmalaya Ingatkan Data Tak Valid Bisa Pengaruhi Anggaran
Langkah tersebut sekaligus menjawab suara cukup keras yang terdengar dari lokasi saat proses penanganan berlangsung.
Suara itu bukan ledakan bom, melainkan suara dari perangkat disrupter yang digunakan petugas untuk mengamankan rangkaian benda tersebut.
Iyus menyebut, benda mencurigakan tersebut memang memiliki sejumlah komponen yang sekilas membuatnya terlihat seperti bom rakitan.
Di dalamnya terdapat tiga tabung, baterai, kabel, switch dan sejumlah komponen lainnya.
