Timses Fauzan Layangkan Klarifikasi ke KADIN Jabar, Soroti Verifikasi yang Dinilai Tak Transparan di Mukota

polemik Mukota KADIN Kota Tasikmalaya
Tim sukses bakal calon ketua KADIN Kota Tasikmalaya, H.M. Fauzan Wahyu Noor keluar Sekretariat KADIN, Kamis (10/9/2026) sore. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Polemik menjelang Musyawarah Kota (Mukota) V Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tasikmalaya semakin mendidih.

Kali ini, tim sukses bakal calon Ketua KADIN Kota Tasikmalaya, H.M. Fauzan Wahyu Noor, mendatangi Sekretariat KADIN Kota Tasikmalaya, Kamis siang (10/9/2026).

Kedatangan mereka bukan sekadar bersalaman atau menghadiri agenda seremonial.

Timses Fauzan secara resmi menyerahkan berkas permohonan klarifikasi kepada Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya.

Berkas tersebut nantinya akan diteruskan kepada KADIN Jawa Barat.

Baca Juga:Pendataan Perpustakaan Jadi Penentu IPLM, Pemkot Tasikmalaya Ingatkan Data Tak Valid Bisa Pengaruhi AnggaranAturan Jadi Tameng, Transparansi Masih Buntung? SC Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya Bantah Tudingan Penjegalan

Timses Fauzan mempersoalkan sejumlah hal dalam tahapan Mukota, mulai dari proses verifikasi bakal calon hingga perubahan jadwal yang dinilai mendadak.

Timses bakal calon Ketua KADIN, H.M. Fauzan Wahyu Noor, Agus Iskandar, mengatakan langkah tersebut ditempuh untuk meminta kejelasan atas sejumlah hal yang dianggap merugikan kubu Fauzan.

“Memang hari ini kita menyerahkan berkas permohonan klarifikasi kepada SC OC untuk dilayangkan ke Jabar terkait hal-hal yang dirasa memang hari kemarin itu ada hal-hal yang dianggap merugikan,” ujar Agus usai pertemuan.

Menurutnya, permohonan klarifikasi itu penting agar proses pemilihan Ketua KADIN Kota Tasikmalaya dapat berjalan secara transparan.

Agus mengaku heran karena dalam proses pembahasan dengan SC dan OC, sejumlah persoalan justru kembali diarahkan untuk ditangani KADIN Jawa Barat.

Ia bahkan mempertanyakan apakah terdapat kepentingan tertentu di balik pola tersebut.

“SC dan OC itu kelihatan tidak berkutik untuk hal ini karena semua proses dikembalikan ke Jabar, ke Jabar, ke Jabar, dan ke Jabar seperti itu,” katanya.

Baca Juga:Tasik Muslim Fair 2026 Kembali Hadir, Target Pengunjung Naik Jadi 50 RibuPolemik Mukota KADIN Kota Tasikmalaya Mulai Muncul! Fauzan Tak Lolos Verifikasi, Diduga Dijegal

“Kita menganalisanya ini ada apaan nih. Ada apa? Kok selalu ke Jabar? Apakah ada kepentingan? Apakah ada apa? Kita juga kurang tahu,” sambung Agus.

Meski demikian, Agus menegaskan pihaknya memilih menempuh jalur organisasi dengan meminta klarifikasi, bukan sekadar melempar tudingan.

Menurut dia, persoalan tersebut harus diselesaikan secara terbuka agar tidak berkembang menjadi prasangka di kemudian hari.

“Ini supaya pemilihan ini bisa terang benderang sesuai dengan apa yang kita inginkan,” ujarnya.

0 Komentar