Evaluasi Tiada Henti Jadi Alasan, Progres Penataan Dadaha Tasikmalaya Kian Tak Jelas

Jalan Dadaha, Penataan Dadaha
Sejumlah pengendara bisa melintas di Jalan Dadaha, Kamis sore (1/10/2026). Jalur tersebut hanya ditutup dan dijaga pada pagi dan siang saja. (Ujang Nandar/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID–Penataan Dadaha masih menunjukkan progres yang signifikan bahkan cenderung tidak berlanjut. Evaluasi menjadi alasan yang disampaikan beberapa pejabat Pemkot Tasikmalaya sejak dua pekan terakhir.

Beberapa hal yang menjadi sorotan dalam proses penataan yakni persoalan Jalan Dadaha yang ditutup serta kejelasan penempatan Pedagang Kaki Lima (PKL). Namun kedua hal ini tak kunjung pasti dengan alasan sedang evaluasi.

Senin 21 September 2026, Kepala Dishub Kota Tasikmalaya Iwan Kurniawan mengatakan bahwa penataan Dadaha sedang tahap evaluasi. Sehingga pihaknya belum bisa memastikan langkah lebih lanjut mengenai penutupan Jalan Dadaha, kembali dibuka atau ditutup permanen.

Baca Juga:Asep MP: Tanyakan ke BKPSDM!Camat Rame-rame Masuk Studio

“Belum, masih jadwal evaluasi Satgas Penataan Dadaha secara menyeluruh,” kata Iwan kala itu.

Memasuki bulan Oktober, alasan yang sama pun disampaikan kepala UPTD Pengelola Komplek Dadaha Dadang Ismail saat ditanya kelanjutan penataan PKL. Dirinya belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut soal penataan di kawasan yang dia kelola.

“Iya, masih proses evaluasi,” kata Dadang, Kamis (1/10/2026).

Dia menambahkan, para PKL yang sebelumnya beraktivitas di sejumlah titik kawasan Dadaha saat ini sudah mulai menempati shelter yang telah disediakan. Namun, jumlah pedagang yang beraktivitas di lokasi tersebut masih berubah-ubah.

“Jumlah masih fluktuatif,” singkatnya.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Pedagang Kecil dan Mikro Kompleks Dadaha, H. Ana Nuryana mengatakan para pedagang secara bertahap sudah mulai menempati shelter. Hal itu sebagaimana arahan dari UPTD meskipun tanpa ada dokumen atau komitmen yang resmi sebagaimana diharapkan.

“MoU belum ada, namun secara lisan PKL sudah boleh menempati shelter,” ucapnya.

Pantauan Radar di lokasi, sejumlah water barrier yang menjadi pembatas jalan terlihat dibuka sebagian saat memasuki sore hari. Waktu di mana para pedagang mulai meramaikan trotoar jalan tersebut.

Tanpa penjagaan petugas, kendaraan roda dua dapat melintas meskipun di lokasi telah terpasang rambu larangan melintas. Situasi itu juga membuat penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan Dadaha menjadi tidak sepenuhnya berjalan sesuai dengan ketentuan yang diterapkan.

0 Komentar