TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pendataan perpustakaan di Kota Tasikmalaya tak lagi sekadar urusan administrasi.
Data yang dikumpulkan dari perpustakaan sekolah maupun instansi pemerintah menjadi salah satu penentu Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang berkaitan dengan kinerja daerah hingga dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra saat pendataan perpustakaan di Aula Bapelitbangda Kota Tasikmalaya, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga:Aturan Jadi Tameng, Transparansi Masih Buntung? SC Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya Bantah Tudingan PenjegalanTasik Muslim Fair 2026 Kembali Hadir, Target Pengunjung Naik Jadi 50 Ribu
Diky menegaskan, pendataan perpustakaan memiliki bobot strategis karena menjadi bagian penting dalam mengukur capaian IPLM Kota Tasikmalaya.
“Pendataan ini bukanlah sekadar rutinitas administratif atau sekadar mengisi formulir pengumpulan data. Lebih dari itu, pendataan ini memiliki bobot strategis yang sangat menentukan arah pembangunan daerah,” ujar Diky.
Menurut dia, IPLM merupakan salah satu indikator kinerja kunci (IKK) pemerintah daerah. Karena itu, data yang masuk dari perpustakaan harus akurat dan lengkap.
Ia bahkan mengingatkan, capaian IPLM bukan hanya berkaitan dengan reputasi dan penilaian kinerja kepala daerah di tingkat nasional.
Lebih jauh, capaian tersebut dapat berdampak terhadap alokasi dan pengucuran anggaran dari pemerintah pusat ke daerah.
“Ketika data kita tidak valid atau tidak lengkap, alokasi dukungan anggaran pusat untuk Kota Tasikmalaya berpotensi berkurang, baik melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun dana bantuan operasional,” katanya.
Dengan kata lain, urusan mengisi data perpustakaan kini bukan perkara kecil.
Baca Juga:Polemik Mukota KADIN Kota Tasikmalaya Mulai Muncul! Fauzan Tak Lolos Verifikasi, Diduga DijegalDua Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya Sabtu ini
Buku yang tersedia, jumlah kunjungan, hingga aktivitas layanan perpustakaan turut menjadi bagian dari gambaran besar wajah literasi Kota Tasikmalaya.
Diky secara khusus meminta perpustakaan sekolah dan perpustakaan instansi pemerintah meningkatkan partisipasinya dalam pendataan.
Sebab, kedua jenis perpustakaan tersebut menjadi salah satu pilar utama pembentuk nilai IPLM.
“Tanpa data yang masuk dari sekolah-sekolah dan instansi, mulai dari data koleksi, kunjungan hingga aktivitas layanannya, maka gambaran literasi Kota Tasikmalaya akan timpang dan terlihat rendah di tingkat nasional. Padahal aktivitas di lapangan mungkin sangat hidup,” terangnya.
Ia pun meminta kepala dinas terkait melaporkan secara berkala proses, hasil serta tingkat partisipasi pendataan kepada Wali Kota Tasikmalaya.
