Pendataan Perpustakaan Jadi Penentu IPLM, Pemkot Tasikmalaya Ingatkan Data Tak Valid Bisa Pengaruhi Anggaran

pendataan perpustakaan Kota Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra saat menghadiri pembukaan pendataan perpustakaan di Aula Bapelitbangda, Kamis (10/9/2026). diskominfo for radartasik.id 
0 Komentar

Diky berharap seluruh pihak dapat bekerja sama agar data yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi perpustakaan di lapangan.

“Nilai IPLM Kota Tasikmalaya ditentukan oleh kita semua. Mari kita saling bergandeng tangan dan bersinergi. Data yang akurat dari perpustakaan sekolah dan instansi adalah kunci bagi masa depan literasi dan pembangunan Kota Tasikmalaya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dipusipda) Kota Tasikmalaya Teguh Purnama mengatakan, capaian budaya literasi Kota Tasikmalaya berdasarkan penilaian Perpustakaan Nasional berada dalam kategori baik.

Baca Juga:Aturan Jadi Tameng, Transparansi Masih Buntung? SC Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya Bantah Tudingan PenjegalanTasik Muslim Fair 2026 Kembali Hadir, Target Pengunjung Naik Jadi 50 Ribu

Namun, posisi tersebut belum membawa Kota Tasikmalaya ke predikat sangat baik seperti sejumlah daerah lain.

“Untuk kegiatan budaya literasi di Kota Tasikmalaya dibandingkan dengan kota-kota lain, hasil penilaian dari Perpustakaan Nasional mendapat predikat baik. Sedangkan kota kabupaten lain sudah ada yang bernilai sangat baik, terutama di daerah Yogyakarta,” tutur Teguh.

Ia menyebut nilai IPLM Kota Tasikmalaya pada tahun-tahun sebelumnya berada di kisaran 78 hingga 80.

Sementara pada 2025 terjadi perubahan indikator penilaian yang membuat nilai IPLM di berbagai daerah di Indonesia mengalami penurunan.

Menurut Teguh, Kota Tasikmalaya saat ini berada di posisi kedua di Jawa Barat setelah Kabupaten Ciamis.

Perubahan sistem penilaian tersebut juga membuat kewenangan pembinaan perpustakaan semakin terbagi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

“Sekarang penilaian provinsi terpisah dengan penilaian Kota Tasikmalaya. Dulu penilaian provinsi merupakan kumulatif dari kota dan kabupaten. Sekarang sudah berbeda,” jelasnya.

Baca Juga:Polemik Mukota KADIN Kota Tasikmalaya Mulai Muncul! Fauzan Tak Lolos Verifikasi, Diduga DijegalDua Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya Sabtu ini

Selain persoalan pendataan, Teguh mengakui perpustakaan menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era digital.

Menurut dia, perkembangan teknologi informasi tidak hanya memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa hoaks dan keamanan siber.

“Tantangan di era digital memang cukup berat, selain cyber, hoaks dan sebagainya. Sedangkan di kami perpustakaan belum memiliki tenaga yang memadai dan mumpuni dalam teknologi informasi,” ungkapnya.

Ia menilai penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu kebutuhan penting dalam pengelolaan perpustakaan di tengah perkembangan teknologi.

0 Komentar