Pendataan Perpustakaan Jadi Penentu IPLM, Pemkot Tasikmalaya Ingatkan Data Tak Valid Bisa Pengaruhi Anggaran

pendataan perpustakaan Kota Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra saat menghadiri pembukaan pendataan perpustakaan di Aula Bapelitbangda, Kamis (10/9/2026). diskominfo for radartasik.id 
0 Komentar

Teguh mencontohkan, Universitas Padjadjaran kini telah membuka bidang studi Perpustakaan Sains dan Informasi yang memadukan ilmu perpustakaan, ilmu informasi serta teknologi.

Di Kota Tasikmalaya sendiri, perpustakaan tersebar mulai dari sekolah, kelurahan, kecamatan hingga organisasi perangkat daerah (OPD).

Untuk perpustakaan sekolah, jumlahnya cukup besar karena mencakup SD dan SMP. Teguh menyebut terdapat sekitar 224 SD dan sekitar 35 SMP di Kota Tasikmalaya.

Baca Juga:Aturan Jadi Tameng, Transparansi Masih Buntung? SC Mukota V KADIN Kota Tasikmalaya Bantah Tudingan PenjegalanTasik Muslim Fair 2026 Kembali Hadir, Target Pengunjung Naik Jadi 50 Ribu

Namun, persoalannya bukan semata-mata jumlah. Pencatatan dan pelaporan aktivitas perpustakaan di berbagai unit tersebut masih belum maksimal.

“Jadi semuanya ada, tapi pencatatan dan pelaporannya belum maksimal,” jelasnya.

Kondisi itulah yang membuat pendataan perpustakaan menjadi penting. Data yang terkumpul nantinya diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi sekaligus menentukan kebijakan pengembangan perpustakaan di Kota Tasikmalaya.

Di sisi layanan langsung kepada masyarakat, Teguh memastikan perpustakaan keliling (pusling) masih berjalan.

Dipusipda Kota Tasikmalaya saat ini memiliki dua armada perpustakaan keliling. Layanan tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah yang membutuhkan layanan perpustakaan keliling.

“Kami punya dua armada dan melakukan MOU dengan sekolah-sekolah yang meminta layanan tersebut tiap bulan,” katanya.

Dengan waktu efektif sekitar 22 hari kerja dalam sebulan, layanan perpustakaan keliling bahkan telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 22 sekolah.

Baca Juga:Polemik Mukota KADIN Kota Tasikmalaya Mulai Muncul! Fauzan Tak Lolos Verifikasi, Diduga DijegalDua Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Kota Tasikmalaya Sabtu ini

Selain sekolah, pusling juga dapat hadir dalam momentum tertentu seperti car free day (CFD) maupun kegiatan ngabuburit.

Menurut Teguh, pemilihan lokasi dan momentum menjadi penting agar layanan perpustakaan keliling benar-benar mendapatkan pemustaka.

“Kalau momennya tidak pas, seperti ada konser dan hiburan, kita mengadakan pusling otomatis tidak akan laku,” ujarnya.

Di tengah tantangan digital, Dipusipda Kota Tasikmalaya juga terus menambah koleksi bahan bacaan.

Tahun ini, pihaknya mendapatkan bantuan koleksi berupa sekitar 1.000 buku digital, 200 buku braille dan sekitar 2.000 buku cetak.

Teguh berharap pendataan yang dilakukan saat ini mampu menghasilkan basis data perpustakaan yang valid.

“Dengan adanya pendataan kita mempunyai data yang valid. Selanjutnya, dengan data yang kami kumpulkan dapat mengevaluasi dan menindaklanjuti apa kekurangan dan kelebihan kita guna kebijakan diteruskan kepemimpinan,” pungkasnya.

0 Komentar