TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – SD Islam Al Misbah menggelar sosialisasi pengerjaan e-Rapor yang diikuti seluruh guru, Rabu (30/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan pemahaman guru dalam menggunakan sistem pelaporan hasil belajar sekaligus meminimalkan kesalahan dalam pengisian nilai.
Kepala SD Islam Al Misbah, Riva Fuad Fauzi SPdI, menyampaikan bahwa guru perlu memahami alur pengisian data, pengolahan nilai hingga penyusunan deskripsi capaian kompetensi agar hasil rapor yang diterbitkan tetap akurat.
Menurutnya, pemahaman tersebut semakin diperlukan karena penggunaan e-Rapor kini terintegrasi dengan Dapodik. Data guru, siswa, rombel dan mata pelajaran dapat ditarik dari Dapodik sehingga guru tidak perlu lagi melakukan input secara manual.
Baca Juga:UPTD PPA Kota Tasikmalaya Sebut Korban Bullying Alami Depresi, Minta Pindah SekolahInsentif SPPG Jadi Rp 2.000 per Porsi, Mitra SPPG di Priangan Timur Minta BGN Kaji Ulang
“Tujuan utamanya menyamakan persepsi semua guru, kemudian meningkatkan pemahaman teknis dalam menggunakan e-Rapor terbaru. Dengan begitu, pengisian nilai bisa lebih akurat dan efisien,” kata Riva.
Ia menambahkan, guru juga perlu menyesuaikan diri dengan sistem penilaian yang mengacu pada Kurikulum Merdeka. Pengisian rapor tidak hanya berkaitan dengan nilai angka, tetapi juga mencakup deskripsi capaian kompetensi serta pembagian capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang lebih rinci.
Riva menyebut sejumlah kendala masih kerap ditemui dalam penggunaan e-Rapor. Persoalan itu antara lain aplikasi yang lambat ketika digunakan secara bersamaan, kendala sinkronisasi dengan Dapodik, kesulitan menyusun deskripsi nilai, hingga persoalan akun dan data guru yang tidak terbaca.
Menurut Riva, sejumlah pembaruan pada sistem diharapkan dapat mengurangi kendala tersebut. Guru dapat menarik data dari Dapodik, menggunakan template deskripsi yang tersedia, mengimpor nilai melalui Excel serta memanfaatkan fitur auto-save agar nilai yang sudah dimasukkan tidak hilang.
Selain itu, setiap guru memiliki akun masing-masing sehingga akses pengisian lebih terkontrol. Wali kelas juga berperan dalam proses validasi akhir sebelum rapor diterbitkan.
“Masih dibutuhkan pendampingan dan latihan supaya semua guru benar-benar terbiasa. Setelah sosialisasi, guru akan langsung melakukan praktik dengan akun masing-masing dan didampingi admin atau operator sekolah,” ujarnya.
Riva menjelaskan, sekolah akan melanjutkan sosialisasi dengan praktik langsung bagi guru. Sekolah juga menyiapkan tim helpdesk e-Rapor untuk membantu ketika guru menghadapi kendala teknis selama proses pengisian.
