Namun, satu bagian penting yang menentukan apakah benda tersebut benar-benar bom justru tidak ditemukan.
“Cuman tidak ada bahan peledak sama detonator saja. Lain-lainnya sudah ada di situ,” ujarnya.
Karena itu, pihak Gegana belum menyimpulkan benda tersebut sebagai bom rakitan maupun sekadar replika.
Baca Juga:Buruh Tasikmalaya Geram ke Pemerintah, Ribuan Pekerja Siap Turun ke Jalan jika Haknya Tak DilindungiOjol Tasikmalaya Soroti Potongan hingga 28 Persen, Aplikator Didesak Setop Gerus Penghasilan Driver
Untuk memastikan benda itu sebenarnya apa, penanganan selanjutnya diserahkan kepada Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.
“Nanti itu akan dilaksanakan penyidikan dan penyelidikan oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya. Kalau kami hanya tugas kami hanya mengamankan saja,” kata Iyus.
Sebelumnya, temuan benda tersebut membuat suasana di kawasan bekas Gedung Aci Engsun mendadak geger pada Kamis sore.
Benda mencurigakan itu pertama kali diketahui seorang pelajar berinisial D bersama sejumlah rekannya yang berada di sekitar bangunan tua tersebut selepas pulang sekolah.
Awalnya, aktivitas mereka berlangsung biasa. Mereka berkumpul, bermain game hingga berswafoto di kawasan bangunan yang sudah tidak digunakan tersebut.
Situasi berubah setelah D mendengar suara berulang dari salah satu sudut bangunan.
Penasaran dengan sumber suara, D kemudian mencari asal bunyi tersebut. Ia menemukan benda yang bentuknya menyerupai bom rakitan.
Baca Juga:Timses Fauzan Layangkan Klarifikasi ke KADIN Jabar, Soroti Verifikasi yang Dinilai Tak Transparan di MukotaPendataan Perpustakaan Jadi Penentu IPLM, Pemkot Tasikmalaya Ingatkan Data Tak Valid Bisa Pengaruhi Anggaran
“Tadi saya habis pulang sekolah, terus foto studio dulu. Teman-teman pada di sini. Posisi saya juga pinjam baju teman, jadi saya datang ke tempat ini,” ujar D sebelumnya.
D mengatakan suara yang didengarnya terdengar seperti bunyi “nit” atau bip yang muncul berulang.
Saat diperiksa dari kejauhan, benda tersebut juga terlihat memiliki indikator lampu merah.
“Terus saya sama teman nongkrong dulu di sini. Setelah itu tiba-tiba ada suara ‘nit’. Saya cari suara itu, terus melihat benda seperti bom rakitan, dan di bagian bawahnya ada kedip warna merah,” katanya.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian melalui layanan darurat 110.
Petugas yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan mengamankan area sekitar.
Warga maupun pelajar di sekitar lokasi juga diminta tidak mendekati, menyentuh atau memindahkan benda tersebut.
Kini, setelah pemeriksaan Gegana, satu hal mulai terang: benda itu memang memiliki rangkaian yang menyerupai bom, tetapi tidak ditemukan bahan peledak maupun inisiator.
