Aktivasi Jalur Kereta Api ke Pangandaran Masih Wacana, Realisasinya Dipercaya Bisa Mendongkrak Kunjungan Wisa

jalur kereta api Wisata Pangandaran
Ilustrasi AI/Gemini
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID-Daya tarik pariwisata tidak hanya terletak pada kondisi destinasinya, namun perlu ditunjang oleh aksesibilitas yang mendukung. Salah satunya konektivitas daerah melalui berbagai moda transportasi.

Banyaknya akses moda transportasi dinilai sangat penting untuk memudahkan wisatawan datang ke Pangandaran.

Saat ini, kunjungan wisata ke Pangandaran bukan hanya bisa lewat jalur darat saja, tapi akses melalui jalur udara telah tersedia untuk rute Jakarta-Pangandaran dan Bandung-Pangandaran (pulang-pergi). Meski demikian, kemudahan akses jalur udara memiliki konsekuensi biaya transportasi yang lebih tinggi.

Baca Juga:DPP CBN Mendesak Pemkot Tasikmalaya Evaluasi Pajak MBLBKondusivitas Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Kota Tasikmalaya Minta Masyarakat Bijak Menyikapi Informasi

Aktivasi kembali jalur kereta api menuju Pangandaran menjadi moda transportasi yang paling dinantikan. Namun, hingga saat ini rencana tersebut masih sebatas wacana dan belum menunjukkan tanda-tanda realisasi fisik.

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengatakan, wacana aktivasi jalur kereta api Banjar-Pangandaran sebenarnya telah bergulir sejak periode pertama kepemimpinan kepala daerah sebelumnya.

“Sudah lama tapi masih wacana. Karena kan biayanya tidak sedikit, butuh taksiran capai Rp 5-7 triliun belum lagi jalur terowongan yang ternyata hasil analisis harus perbaikan seperti di Cikacepit dan Wihelmina,” ungkapnya kepada Radar belum lama ini.

Citra menjelaskan bahwa Pemkab Pangandaran telah menempuh berbagai cara untuk mempermudah akses wisatawan dari Stasiun Banjar, termasuk menjalin kerja sama dengan pihak Damri.

“Namun operasionalnya tidak berlangsung lama, hanya beberapa bulan berhenti karena ada penolakan dari Organda,” katanya.

Sebagai alternatif untuk mempermudah mobilitas wisatawan, Citra mengaku telah menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

“Sudah kita komunikasi dengan Bupati Cilacap dulu. Untuk aktivasi jalur kereta api Sidareja ke Pangandaran, ternyata lebih dekat dari Banjar,” katanya.

Baca Juga:Jenggot Putih Yanto Oce!Kuatkan UMKM Rajapolah Tasikmalaya, Dorong Produk Lokal Naik Kelas Kuasai Pasar Digital

Ia menambahkan bahwa komunikasi intensif terus dilakukan terkait pengembangan jalur Sidareja-Pangandaran, baik melalui aktivasi jalur kereta api maupun penyediaan layanan bus pengumpan (shuttle bus) dari stasiun.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar