TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pantai Cibeureum di Desa Kalapagenep, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, mulai berbenah.
Namun, tantangan sebenarnya bukan sekadar memasang papan nama dan penunjuk arah, melainkan memastikan penataan kawasan wisata tersebut tidak berhenti ketika mahasiswa KKN kembali ke kampus.
Potensi itu coba dijawab mahasiswa KKN Internasional Kelompok 12 Kalapagenep melalui program SAPA Cibeureum (Sunset Area Pantai Cibeureum).
Baca Juga:Universitas Mayasari Bakti Cetak Lulusan Profesional yang Adaptif, Yudisium untuk Program Sarjana dan TerapanSetahun Kinerja Kepengurusan Dievaluasi, PKS Kota Tasikmalaya Terus Fokus Perkuat Gerakan di Masyarakat
Program tersebut direalisasikan pada 18–20 Agustus 2026 oleh 14 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dalam rangka International Student Community Engagement (ISCE) III KKN Internasional BKS-PTN Barat 2026.
Tahap awal penataan dilakukan dengan memasang lima papan di kawasan Pantai Cibeureum.
Fasilitas tersebut terdiri dari landmark bertuliskan Cibeureum Beach, papan parkir, papan penunjuk jarak sekitar 300 meter menuju pantai, serta dua papan jalur evakuasi.
Penataan dilakukan bersama Pemerintah Desa Kalapagenep dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Selain mempertegas identitas kawasan, fasilitas tersebut diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus keselamatan pengunjung.
Pantai Cibeureum sendiri memiliki panorama laut dan pemandangan matahari terbenam yang menjadi potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
Potensi itu semakin menarik karena lokasi Cibeureum hanya berjarak sekitar satu kilometer dari Pantai Karang Tawulan yang sudah lebih dahulu dikenal sebagai objek wisata.
Baca Juga:STT Soroti Potongan Maxim hingga 13 Persen, Program Turbo Disebut Bikin Driver Makin TerjepitDua Pria yang Sempat Diperiksa Terkait Temuan Benda Mirip Bom di Engsun Tasikmalaya Tak Ditahan, ini Alasannya
Alih-alih sekadar menjadi “tetangga” objek wisata yang sudah berkembang, Pantai Cibeureum diarahkan memiliki karakter tersendiri. Konsep yang ditawarkan mencakup wisata sunset, fotografi, kuliner, hingga ruang rekreasi.
Ketua Pokdarwis Kalapagenep, Tendi, menilai keberadaan landmark menjadi bagian penting dalam membangun identitas Pantai Cibeureum.
Namun, menurut dia, pekerjaan rumah berikutnya justru berada pada keberlanjutan pengembangan kawasan.
Fasilitas yang dibangun melalui program mahasiswa tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, Pokdarwis, dan masyarakat agar tidak berhenti sebagai hasil kegiatan KKN semata.
Hal serupa disampaikan Kepala Desa Kalapagenep, Mustarom. Dia mengakui Pantai Cibeureum masih membutuhkan pembangunan sekaligus perawatan agar potensinya sebagai kawasan wisata dapat berkembang.
Mustarom berharap pengembangan kawasan dapat dilanjutkan Pemerintah Desa, Pokdarwis, maupun masyarakat.
Mahasiswa tidak hanya meninggalkan papan penunjuk. Sebagai bagian dari keberlanjutan program, mereka juga menyerahkan proposal pengembangan SAPA Cibeureum kepada Pemerintah Desa Kalapagenep.
