TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Bikin warga geger, benda menyerupai bom yang ditemukan di bangunan kosong bekas pabrik aci Engsun, kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, ternyata bukan bom sungguhan.
Dua pria yang sempat diperiksa Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota terkait benda tersebut juga tidak ditahan.
Polisi menyebut, hasil pemeriksaan Tim Jibom Satbrimob Polda Jawa Barat memastikan benda itu hanya berupa replika dan tidak memenuhi unsur Undang-Undang Darurat.
Baca Juga:Geng Motor Libatkan Pelajar, DPRD Kota Tasikmalaya Minta Pendidikan Moral Diperkuat! Kemarau Picu Batuk Pilek, Dinkes Kota Tasikmalaya Ingatkan Warga Pakai Masker
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Januar Rangga Fardhela mengatakan, benda yang ditemukan pada Kamis (10/9/2026) lalu tersebut bukan bom aktif.
“Itu bukan bom, hanya replika,” kata Januar saat didikonfirmasi, Minggu (20/9/2026).
Menurut dia, hasil penanganan Tim Jibom juga menjadi dasar polisi tidak melanjutkan penahanan terhadap dua pria yang sebelumnya diamankan untuk diperiksa.
“Tidak masuk unsur UU Darurat juga,” terangnya.
Januar menjelaskan, kedua pria tersebut sebelumnya diperiksa untuk mengetahui asal-usul serta pihak yang memiliki keterkaitan dengan benda mencurigakan itu.
Setelah pemeriksaan dan hasil penanganan Jibom, keduanya dilepaskan kembali.
“Iya (dilepaskan lagi). Karena hasil dari Jibom pun menjelaskan seperti itu, (bom) replika,” katanya.
Dari hasil pendalaman polisi, benda tersebut diketahui berkaitan dengan komunitas airsoft.
Benda itu disebut tertinggal setelah digunakan dalam kegiatan latihan.
“Milik komunitas airsoft. Tidak ada motif lain. Barangnya tertinggal setelah latihan tembak-tembakan atau peperangan,” jelas Januar.
Baca Juga:Literasi Keuangan Pelajar Tasikmalaya Masih Tertinggal, OJK Genjot GENIUS dari SekolahNurul Awalin Resmi Jadi Ketua Partai Golkar Kota Tasikmalaya, Target 10 Kursi di DPRD Jadi Tantangan
Meski berujung pada kesimpulan bukan bom asli, penanganan benda tersebut sebelumnya tidak dilakukan secara sembarangan.
Tim Jibom Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Barat tetap melakukan tindakan disruptor untuk memastikan tidak ada risiko bagi petugas maupun masyarakat.
Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jawa Barat Kompol Iyus Ali Yusup sebelumnya menjelaskan, benda tersebut terdiri dari sejumlah komponen yang secara visual menyerupai rangkaian bom.
“Di situ memang ada tiga tabung, kemudian ada baterai, kabel dan switch sebagainya ada di situ. Cuma tidak ada bahan peledak dan detonator. Kita tidak mau ambil risiko dan dilakukan disrupsi,” kata Iyus.
