PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Harga udang korosok di Kabupaten Pangandaran anjlok di saat masa panen ikan sekarang ini. Hal ini dinilai karena udang tersebut sepi peminat sehingga sulit dijual.
Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Minasari Pangandaran, H Jeje Wiradinata, mengatakan kondisi memprihatinkan saat ini menimpa para nelayan lokal, akibat anjloknya harga dan tidak lakunya komoditas udang korosok serta hasil laut tertentu di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Jeje menyampaikan hal tersebut juga terjadi di pelelangan ikan yang dikelola KUD Minasari Kecamatan Pangandaran. “Coba bayangkan, ini enggak ada yang beli, enggak laku. Sedih saya,” ungkapnya kepada Wartawan, Minggu (20/9/2026).
Baca Juga:Misi Rahasia Ketua Gekrafs!Golkar Kota Tasikmalaya: Iwan Mundur, Nurul Menguat!
Jeje menjelaskan bahwa ketidakstabilan harga komoditas laut seperti udang korosok dan ikan kukudian membuat para nelayan berada dalam posisi sulit.
Berbeda dengan komoditas ikan seperti layur yang harganya stabil dan membuat nelayan tersenyum, tangkapan udang korosok saat ini kerap tidak dilirik pembeli.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan pengabdian kepada rakyat kecil, pihak KUD Minasari memutuskan untuk memborong udang korosok yang tidak laku tersebut.
Tangkapan yang telah dibeli kemudian dibagikan secara gratis guna meringankan beban para nelayan. “Sebagai bentuk tanggung jawab, maka dibeli oleh KUD Minasari. Barang ini dibawa untuk dibagikan,” katanya.
Menurutnya, pemandangan tumpukan udang korosok yang tidak laku tersebut sangat menyedihkan dan menjadi beban moral tersendiri baginya.
Lebih lanjut, Jeje menegaskan komitmennya untuk rutin memantau jalannya transaksi di TPI guna memastikan dinamika perdagangan berjalan secara sehat dan harga tetap terkendali. Menurutnya, pengabdian paling nyata adalah dengan hadir serta membantu perekonomian masyarakat nelayan yang tidak mampu.
Guna mengatasi persoalan ini secara berkesinambungan, KUD Minasari tengah menyusun langkah-langkah penanganan strategis yang ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Baca Juga:Kadin Mempersatukan Tiga Orang yang Dulu Berbeda, Kini Menjadi Satu Meja!Ketua dan Sekretaris SC Mukota Kadin Kota Tasikmalaya Pamit !
“Saya sedang mencari jalan keluar agar persoalan ini ke depan bisa terselesaikan. Saya sedang melakukan langkah-langkah penanganan agar harganya bisa berjalan dengan baik mulai Senin ini,” katanya.
Harga udang Korosok sendiri turun sangat drastis, dari Rp 14 ribu per kilogram, menjadi Rp 1 ribu per kilogram. Menurutnya, udang korosok lebih cocok untuk jadi bahan baku terasi dan juga pakan. Sehingga pihaknya ingin menarik investor untuk membangun pabrik terasi di Pangandaran.(Deni Nurdiansah)
