Ketua dan Sekretaris SC Mukota Kadin Kota Tasikmalaya Pamit !

Mukota kadin kota tasimalaya
Ketua dan Sekretaris SC Mukota Kadin Kota Tasikmalaya, Dodo Murtado dan WIlly Ramadhan
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ada kursi yang diperebutkan. Ada kursi yang ditinggalkan.

Mukota V Kadin Kota Tasikmalaya kini punya cerita tentang jenis kursi yang kedua.

Sehari menjelang Musyawarah Kota (Mukota) V Kadin Kota Tasikmalaya, Ketua Steering Committee (SC) Dr. H. Dodo Murtado, M.Pd. memilih mundur.

Baca Juga:Mukota Kota Tasik Ditunda, Ada KADIN Jabar di Pusaran Cerita!MBK Ventura Dorong Terwujudnya Keluarga Sehat, Cerdas dan Sejahtera di Cisayong Kabupaten Tasikmalaya

Bukan karena kalah pemilihan. Belum ada pemilihan. Bukan pula karena kursinya tidak nyaman. Justru karena ada kursi lain yang harus ia duduki: jabatan struktural di kampus INU Tasikmalaya.

Surat pengunduran diri itu dibuat Jumat, 11 September 2026. Tanggalnya menarik.Mukota dijadwalkan Sabtu, 12 September 2026. Tinggal sehari.

Dalam politik organisasi, sehari bisa sangat panjang.Bisa cukup untuk menyusun kepanitiaan baru. Bisa juga terlalu pendek untuk mencari siapa yang bersedia duduk di kursi yang baru saja ditinggalkan.

Dodo menjelaskan alasannya secara administratif dan akademik. Tugas struktural di kampus, menurut dia, tidak bisa dijalankan bersamaan dengan tanggung jawab sebagai Ketua SC.

Kalau dua pekerjaan sama-sama membutuhkan kepala, tentu kepala juga punya batas. Manusia bukan server. Tidak bisa terus menyala 24 jam.

Dodo juga menyebut pengunduran dirinya selaras dengan langkah SC yang sebelumnya telah mengembalikan wewenang dan tanggung jawab kelanjutan Mukota V kepada Penanggung Jawab, yakni Ketua Kadin Kota Tasikmalaya.

Dengan begitu, menurut Dodo, pimpinan memiliki ruang lebih luas untuk menyusun kembali kepanitiaan atau format penyelesaian dinamika Mukota.

Baca Juga:Kadin, Kursi Rp100 Juta dan Kartu Merah!Malik Mahpud dan Burung Macaw!

Kalimatnya sopan. Suratnya resmi. Alasannya masuk akal. Tetapi momentum pengunduran dirinya membuat cerita Mukota menjadi jauh lebih menarik.

Sebab ternyata bukan hanya Dodo yang meninggalkan kapal. Sekretaris SC, Willy Ramadhan, juga mengundurkan diri pada hari yang sama.

Willy punya alasan berbeda. Lebih personal. Anaknya sedang menjalani pengobatan dan perawatan intensif di luar kota. Perawatan itu direncanakan berlangsung setidaknya sampai 19 September 2026.

Maka Willy memilih keluarga. Dan rasanya tidak ada organisasi yang boleh mempersoalkan pilihan itu. Ada rapat yang bisa dijadwal ulang.

Ada Mukota yang bisa dicari formatnya. Tetapi ketika anak membutuhkan orang tua, kalender organisasi semestinya tahu diri.

0 Komentar