Willy pun memastikan seluruh dokumen, notulensi dan berkas administrasi SC yang ada padanya akan segera diserahterimakan kepada pihak yang ditunjuk. Ini penting. Sebab dalam organisasi, orang boleh pergi. Dokumen jangan ikut pergi.
Di sinilah cerita Mukota V menjadi seperti pertandingan yang belum dimulai tetapi wasitnya sudah meninggalkan lapangan.
Ketua SC mundur. Sekretaris SC mundur.Sementara itu, dari arah lain, Kadin Jawa Barat justru mengeluarkan surat pada 11 September 2026 yang menegaskan Mukota V tetap dilaksanakan pada 12 September 2026 sesuai jadwal.
Baca Juga:Mukota Kota Tasik Ditunda, Ada KADIN Jabar di Pusaran Cerita!MBK Ventura Dorong Terwujudnya Keluarga Sehat, Cerdas dan Sejahtera di Cisayong Kabupaten Tasikmalaya
Jadi ada dua arus. Yang satu mengatakan: lanjut. Yang lain menunjukkan bahwa dua orang penting dalam perangkat pelaksanaannya sudah tidak lagi berada di tempat.
Di sinilah organisasi diuji. Bukan ketika semua orang sepakat. Justru ketika semua orang mulai mempunyai surat masing-masing.
Ada surat penundaan. Ada surat pengembalian wewenang. Ada surat penegasan tetap jalan. Lalu ada surat pengunduran diri. Lengkap sudah.
Kalau dikumpulkan, mungkin Mukota V sudah memiliki cukup banyak surat untuk membuat satu map tebal. Yang belum jelas hanya satu: siapa yang memegang palu sidangnya?
Dodo dalam suratnya meminta maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat kekurangan dan kekhilafan. Willy juga begitu. Keduanya meninggalkan jabatan dengan bahasa yang sangat santun.
Tidak ada kata-kata keras. Tidak ada tudingan. Tidak ada drama dalam kalimat.Tetapi terkadang sebuah pengunduran diri justru lebih keras daripada pidato.
Sebab pengunduran diri adalah kalimat yang sudah ditandatangani. Dan tanda tangan tidak mudah ditarik kembali hanya dengan tepuk tangan.
Baca Juga:Kadin, Kursi Rp100 Juta dan Kartu Merah!Malik Mahpud dan Burung Macaw!
Kini tanggung jawab Mukota kembali berada di tangan Penanggung Jawab. Artinya, bola sudah dikembalikan. Tinggal siapa yang mau menendang.
Dan ke mana arahnya. Karena besok bukan lagi soal siapa paling cepat mengirim surat. Besok adalah soal apakah sebuah organisasi mampu menunjukkan bahwa ketika dua kursi penting kosong, acaranya tetap bisa berjalan tanpa kehilangan legitimasi.
Kadin adalah rumah para pengusaha. Pengusaha mestinya paling paham satu hal: kalau proyek sudah dimulai, jangan sampai tukang bangunan pulang sehari sebelum serah terima.
