Nelayan di Pangandaran Tagih Hasil Uji Lab Dampak Pencemaran Batu Bara dari Insiden Kapal Tongkang

batu bara pantai batuhiu pangandaran
Warga memungut tumpahan batu bara di kawasan Pantai Batuhiu, belum lama ini. (Deni Nurdiansah/Radartasik.id)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Nelayan dan warga pesisir Pantai Cibenda, Kecamatan Parigi, menuntut transparansi pemerintah terkait hasil uji laboratorium pencemaran tumpahan batu bara dari kapal tongkang Nautica 22.

Meski uji laboratorium dijanjikan selesai dalam dua minggu, hasil pemeriksaan material beracun tersebut hingga kini belum kunjung diterbitkan.

​Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengonfirmasi belum adanya kejelasan mengenai dokumen pemeriksaan ekosistem tersebut.

Baca Juga:Hasil Evaluasi PCNU terhadap Wali Kota Tasikmalaya: Kita Teman yang Tak Selalu Mengangguk!Bukan Mengadili, NU Ingin Mendengar!

“Kepastian hasil laboratorium sangat mendesak mengingat lokasi karang yang tertutup material batu bara merupakan area tangkap utama para nelayan setempat,” ujarnya kepada Radar Minggu (4/10/2026).

​Kondisi ini memicu kekhawatiran meluas di kalangan masyarakat pesisir atas ancaman kerusakan habitat laut, biota perairan, hingga potensi kerugian ekonomi bagi pembudidaya lobster dan ikan.

Menanggapi ketidakpastian tersebut, HNSI Pangandaran mengagendakan pertemuan bersama seluruh Rukun Nelayan dan instansi terkait untuk mendesak keterbukaan data serta membahas kelangsungan sektor perikanan di wilayah terdampak.

warga pesisir Pantai Cibenda, Rangga (56) mempertanyakan keterbukaan informasi mengenai hasil uji laboratorium pascatumpahan batu bara.

Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium dibutuhkan untuk mengetahui secara jelas dampak material batu bara terhadap lingkungan pesisir dan perairan.

Hasil tersebut juga dinilai penting sebagai dasar pembahasan mengenai kerugian yang dialami nelayan, pembudidaya ikan, maupun pembudidaya udang lobster.

“Bukan masalah berapa besar kompensasinya, tapi soal transparansi hasil uji laboratoriumnya,” ujarnya.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar