Serangan Virus influenza Meningkat, Pasien Mengantre di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya

Rsud dr soekardjo, titie purwaningsari
Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, dr Titie Purwaningsari
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Lonjakan kunjungan pasien terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soekardjo Kota Tasikmalaya dalam dua bulan terakhir. Kondisi tersebut turut berdampak pada tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, dr Titie Purwaningsari, mengatakan peningkatan pasien salah satunya berkaitan dengan kasus infeksi virus yang mengalami kenaikan cukup signifikan.

Sepanjang September 2026, pihak rumah sakit mencatat sekitar 182 kasus infeksi virus. Namun, rumah sakit belum dapat memastikan apakah kasus tersebut berkaitan dengan influenza A yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.

Baca Juga:Hasil Evaluasi PCNU terhadap Wali Kota Tasikmalaya: Kita Teman yang Tak Selalu Mengangguk!Bukan Mengadili, NU Ingin Mendengar!

“Kalau di kami ada peningkatan kasus infeksi virus, tetapi tidak mendeteksi itu influenza A. Untuk peningkatan infeksi virus ada sekitar 182 kasus pada September, sehingga ketersediaan bed kita cepat sekali penuh,” ujar Titie.

Kondisi tersebut membuat ruang perawatan dewasa mengalami tekanan kapasitas. Dari total 249 tempat tidur yang tersedia, hanya sekitar 10 bed yang masih kosong.

Meski demikian, jumlah tersebut belum sepenuhnya bisa digunakan untuk menampung pasien baru. Sebab, di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sudah terdapat pasien yang masuk dalam daftar tunggu rawat inap.

“Pasien di rawat inap ada 10 bed yang kosong, tetapi di IGD sudah ada daftar tunggu, ada 11 pasien,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kepadatan, manajemen rumah sakit melakukan penyesuaian dan pergeseran tempat tidur berdasarkan perkembangan jumlah pasien setiap hari.

Titie menyebut peningkatan kasus terjadi cukup cepat sehingga ketersediaan bed harus terus disesuaikan.

“Saya selalu melakukan pergeseran bed dari pagi ke siang karena peningkatan kasus tiga kali lipat,” ungkapnya.

Baca Juga:Ketika PCNU Ikut Membuka Rapor Wali Kota Tasikmalaya!GIMANA NASIB AKAL SEHAT!

Perubahan pola pasien juga mulai terlihat. Pada awal hingga tiga pekan pertama September, kasus yang banyak ditangani rumah sakit didominasi pasien anak-anak.

Namun, memasuki pekan keempat hingga mendekati akhir September, kondisi berbalik. Pasien dewasa justru mengalami peningkatan dan memenuhi ruang perawatan.

“Selama awal bulan September sampai tiga minggu September anak-anak. Tapi masuk minggu keempat mendekati minggu kelima, dewasa yang penuh, anak-anak mulai melandai,” katanya.

0 Komentar