TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai menggeber rangkaian Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya. Kick off digelar di Angkringan Simpang Lima, Minggu (4/10/2026).
Namun, perayaan seperempat abad Kota Tasikmalaya tahun ini tidak ingin berhenti pada panggung seremoni dan kemeriahan sesaat.
Pemkot justru mendorong momentum hari jadi sebagai pintu masuk membangun city branding Kota Tasikmalaya sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
Baca Juga:Gebyar Mancing Siliwangi Warnai HUT ke-81 TNI, Kodim 0612 Tasikmalaya Dekatkan Diri dengan Warga537 Mahasiswa Universitas BTH Tasikmalaya Diwisuda, Lulusan Dituntut Tak Sekadar Pegang Ijazah
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, selama Oktober 2026 akan digelar 25 kegiatan yang melibatkan berbagai unsur.
Bukan hanya pemerintah, tetapi juga pengusaha, perbankan, komunitas, asosiasi hingga pemerintah pusat.
“Jadi selama bulan Oktober ini, Kota Tasikmalaya lahir di tanggal 17 Oktober. Kita ada 25 event dan event itu kolaborasi, bukan hanya inisiasinya dari pemerintah, tapi dari semua stakeholder di Kota Tasikmalaya,” kata Viman kepada Radar.
Menurut dia, kolaborasi menjadi salah satu jawaban menghadapi tantangan yang semakin berat bagi pemerintah daerah.
Dengan keterbatasan yang ada, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
“Ada pengusaha, ada bank, ada komunitas, ada asosiasi. Jadi 25 event ini kita perlihatkan bahwa di situasi yang tantangannya luar biasa bagi pemerintah daerah, solusinya adalah berkolaborasi dengan semua pihak agar program dan tujuan kita terwujud,” ujarnya.
Viman menyebut, rangkaian hari jadi bukan hanya dimaksudkan untuk merayakan usia Kota Tasikmalaya.
Lebih jauh, momentum tersebut menjadi upaya membawa nama Kota Tasikmalaya semakin dikenal di Jawa Barat hingga tingkat nasional.
Baca Juga:Usman Mapay Lembur: Mengecek Jalan, Menghitung Domba, Mendengar Suara Warga!Tasik Muslim Fair 2026 Bidik Transaksi Rp10 Miliar, Viman Dorong UMKM Naik Kelas
Salah satu pembeda tahun ini, kata dia, adalah mulai dirintisnya city branding Kota Tasikmalaya.
“Yang membedakan di tahun ini kita ingin ini merupakan langkah awal kita untuk menemukan city branding Kota Tasikmalaya,” terangnya.
Dalam kick off tersebut, Pemkot Tasikmalaya juga meluncurkan logo Hari Jadi ke-25 serta maskot yang diberi nama Tata dan Titi.
Menurut Viman, nama tersebut memiliki filosofi yang erat dengan karakter masyarakat Sunda.
Tata dan Titi menggambarkan bagaimana masyarakat menjaga tata laksana, perkataan, adab, sekaligus mempertimbangkan setiap keputusan secara terukur.
“Maknanya sangatlah dalam. Tata, Titi ini maknanya adalah bagaimana kita orang Sunda, kita sebagai manusia itu punya tata laksana, tata yang baik. Bagaimana kita menjaga perkataan dan juga adab yang baik dan kita memperhitungkan, terukur dalam setiap keputusan dan langkah kita,” bebernya.
