Golkar Kota Tasikmalaya: Iwan Mundur, Nurul Menguat!

Iwan saputra dan nurul awalin
Iwan Saputra dan Nurul Awalin
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID-Dalam politik, yang mundur belum tentu kalah. Yang maju juga belum tentu sedang mengejar kemenangan. Kadang seseorang mundur justru karena diminta naik ke panggung yang lebih besar.

Itulah yang terjadi menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Tasikmalaya. Musda dijadwalkan berlangsung Jumat malam, 17 September 2026.

Sebelumnya, dua nama mengemuka sebagai bakal calon ketua: H. Nurul Awalin dan Iwan Saputra. Kini tinggal satu nama yang secara terbuka masih berada di jalur kontestasi: Nurul Awalin.

Baca Juga:Kadin Mempersatukan Tiga Orang yang Dulu Berbeda, Kini Menjadi Satu Meja!Ketua dan Sekretaris SC Mukota Kadin Kota Tasikmalaya Pamit !

Iwan memilih keluar dari arena. Bukan karena kalah. Setidaknya bukan begitu alasan yang disampaikannya. Ia justru mendapat tawaran untuk masuk ke arena yang lebih luas: kepengurusan DPD Golkar Jawa Barat.

Ceritanya bermula dari pertemuan Iwan dengan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien Syafiuddin di Kantor DPD Golkar Jabar, Bandung, Selasa, 15 September.

Pertemuan itu ternyata bukan sekadar pertemuan. Daniel meminta Iwan bergabung dalam kepengurusan Golkar Jawa Barat. Iwan disebut akan ditugaskan memperkuat Bidang Pemenangan Pemilu untuk Dapil Jabar 15, yang meliputi Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Maka panggung pun berubah. Iwan yang sebelumnya dipersiapkan sebagian kader untuk bertarung di tingkat kota, memilih menerima panggilan dari tingkat provinsi.

“Ya pada akhirnya saya memilih untuk ikut bergabung dengan kepengurusan DPD Jawa Barat karena dampaknya akan besar untuk kemajuan partai yang lebih besar lagi,” ujar Iwan, Rabu malam, 16 September 2026.

Kalimat itu sederhana. Tetapi politik memang sering bekerja melalui kalimat-kalimat sederhana. Yang tadinya hendak memperebutkan satu kursi di kota, tiba-tiba mendapat tugas mengurus lebih banyak kursi di tempat lain.

Mundur dari satu pertarungan, bukan berarti berhenti berpolitik. Kadang justru sebaliknya. Pintu yang ditutup di satu ruangan, ternyata membuka pintu di ruangan yang lebih besar.

Baca Juga:Mukota Kota Tasik Ditunda, Ada KADIN Jabar di Pusaran Cerita!MBK Ventura Dorong Terwujudnya Keluarga Sehat, Cerdas dan Sejahtera di Cisayong Kabupaten Tasikmalaya

Iwan mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya mendedikasikan diri untuk membesarkan Partai Golkar. Dengan masuk ke struktur provinsi, ia berharap bisa berkontribusi lebih luas dalam pemenangan pemilu, terutama di Dapil Jabar 15.

Begitulah politik. Tidak selalu soal siapa berhadapan dengan siapa. Kadang soal siapa diminta ke mana.

0 Komentar