Sementara itu, di Kota Tasikmalaya, Nurul Awalin tetap melangkah. Mantan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya itu mengatakan dirinya tidak bisa begitu saja menolak dorongan dari sejumlah Pengurus Kecamatan (PK) dan organisasi yang berada dalam keluarga besar Golkar.
“Ketika dukungan signifikan, masa saya tidak siap,” kata Nurul saat dihubungi, Selasa, 15 September 2026.
Dari sepuluh PK yang ada, kata Nurul, dukungan disebut sudah mengarah kepadanya. Meski ia juga mengakui terdapat dinamika internal. “PK misalnya tercatat sepuluh, tetapi kabarnya satu mengkol alias pindah,” ujarnya.
Baca Juga:Kadin Mempersatukan Tiga Orang yang Dulu Berbeda, Kini Menjadi Satu Meja!Ketua dan Sekretaris SC Mukota Kadin Kota Tasikmalaya Pamit !
Dalam politik, ternyata dukungan juga bisa seperti kendaraan umum. Ada yang naik. Ada yang turun. Ada yang pindah jalur. Dan semuanya terjadi sebelum kendaraan benar-benar berangkat.
Nurul menyebut dukungan juga datang dari sejumlah organisasi yang menjadi bagian dari keluarga besar Golkar. Di antaranya SOKSI, MKGR, Kosgoro, MDI, AMPG, AWK, dan Al Hidayah.
Ia menyebut dukungan tertulis yang diterimanya sekitar sepuluh. Namun Nurul tidak ingin Musda dibaca semata-mata sebagai perebutan kursi ketua.
Baginya, Musda adalah bagian dari proses kaderisasi. Ada kader yang didorong. Ada kader yang memilih maju. Ada kader yang memilih mundur. Dan ada pula kader yang tiba-tiba mendapatkan tugas baru. Semua itu adalah dinamika sebuah partai.
Menariknya, mundurnya Iwan membuat Musda Golkar Kota Tasikmalaya memasuki babak yang berbeda. Sebelumnya publik melihat dua nama. Kini peta berubah. Tetapi satu hal tidak berubah: Musda tetap harus berjalan.
Karena partai politik, seperti kereta api, tidak boleh berhenti hanya karena satu penumpang turun di stasiun sebelumnya. Besok malam, Jumat 17 September, stasiun berikutnya bernama Musda.
Di sanalah kader-kader Golkar Kota Tasikmalaya akan menentukan arah kepemimpinan berikutnya. Apakah setelah Iwan mundur perjalanan menjadi lebih sederhana?
Baca Juga:Mukota Kota Tasik Ditunda, Ada KADIN Jabar di Pusaran Cerita!MBK Ventura Dorong Terwujudnya Keluarga Sehat, Cerdas dan Sejahtera di Cisayong Kabupaten Tasikmalaya
Belum tentu. Sebab politik punya hukum yang agak lucu: Ketika satu calon mundur, pertarungan belum tentu selesai. Kadang justru pertanyaan baru mulai muncul.
Dan Musda adalah tempat semua pertanyaan itu mencari jawabannya. Bukan di warung kopi. Bukan di grup WhatsApp. Bukan pula di jalanan. Melainkan di ruang Musda.
