Libatkan TNI-Polri, Linmas Kota Tasikmalaya Ditempa Bela Negara dan Kesiapsiagaan Bencana

Linmas Kota Tasikmalaya
Personel Satlinmas Kota Tasikmalaya mengikuti pembekalan hari kedua yang melibatkan Forum Linmas, TNI dan kepolisian, Kamis (17/9/2026). (Foto: Firgiawan/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pembekalan peningkatan kapasitas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kota Tasikmalaya memasuki hari kedua, Kamis (17/9/2026). Kali ini, personel Linmas mendapat pembekalan dari Forum Linmas, TNI dan kepolisian, termasuk materi bela negara yang dilaksanakan di dalam kelas hingga praktik lapangan.

‎Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan personel Linmas sebagai garda terdepan di lingkungan masyarakat. Tidak hanya dibekali pemahaman secara teori, peserta juga mengikuti pelatihan outdoor untuk mengasah kesiapan dan kedisiplinan dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

‎‎Kabid Peningkatan Kapasitas dan Kerja Sama Antar Lembaga Satpol PP Kota Tasikmalaya, H Dedi Sudiana, mengatakan pembekalan hari kedua diarahkan untuk memperkuat kemampuan personel, khususnya dalam menjalankan tugas di wilayah masing-masing.

Baca Juga:Kadin Mempersatukan Tiga Orang yang Dulu Berbeda, Kini Menjadi Satu Meja!Ketua dan Sekretaris SC Mukota Kadin Kota Tasikmalaya Pamit !

“Pembekalan hari kedua dari Forum Linmas Kota Tasikmalaya, TNI dan kepolisian. Ada materi bela negara oleh TNI, baik di dalam kelas maupun di lapangan. Jadi ada pelatihan outdoor juga,” ujar Dedi.

‎Menurutnya, sebelumnya peserta juga telah mendapatkan materi terkait kebencanaan. Satpol PP menghadirkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur pemadam kebakaran untuk memberikan pemahaman mengenai penanganan berbagai potensi bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta gempa bumi.

‎‎Dedi menyebut, pembekalan tersebut diharapkan semakin membuka wawasan personel Linmas mengenai peran mereka di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, ini menjadi pencerahan bagi teman-teman. Di wilayah masing-masing ada agen yang nantinya menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai kejadian,” katanya.

‎Pelatihan diikuti 50 peserta yang merupakan perwakilan dari setiap kecamatan. Masing-masing kecamatan mengirimkan lima personel untuk mengikuti seluruh rangkaian pembekalan.

‎‎Dedi menambahkan, peserta tidak hanya dituntut memahami materi untuk kepentingan pribadi. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat ditularkan kepada personel Linmas lainnya di wilayah masing-masing.

“Kami berharap ilmu yang didapat selama pelatihan ini bisa ditransfer kepada teman-teman Linmas di wilayah masing-masing. Sehingga kapasitasnya tidak berhenti di 50 peserta saja,” ujarnya.

0 Komentar