Politik Senyum Arief Arseha!

Moch. Arief Arseha
Moch. Arief Arseha, Ketua DPD Golkar Kabupaten Tasikmalaya.
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Saya bertemu Moch. Arief Arseha sekitar tiga minggu lalu. Malam. Di Tempat ramai.

Bukan di gedung partai. Bukan pula di ruang rapat DPRD yang biasanya penuh map, mikrofon dan wajah serius.

Kami sama-sama memenuhi undangan seorang tokoh Tasikmalaya. Arief datang dengan kemeja putih dan celana hitam.

Rambutnya sudah rapi. Wajahnya lebih rapi lagi.

Baca Juga:Jalan Panjang Nurul Awalin!Soal Guru Terseret Kasus Unsoed, Kepala Sekolah Sebut Tak Ada Penggeledahan, WY Berstatus Saksi

Ia baru dicukur. Kalau politik punya istilah reshuffle, mungkin malam itu Arief baru saja melakukan reshuffle rambut.

Saya melihatnya gagah. Tapi yang lebih menarik bukan kegagahannya. Senyumnya. Arief kalau bicara selalu seperti orang Sunda: senyum dulu, baru bicara.

Ini penting. Sebab dalam politik, orang biasanya bicara dulu, baru mencari senyum. Arief kebalikannya. Senyum dulu. Mungkin karena itu ia bisa duduk lama dalam politik.

Tidak mudah. Politik itu seperti jalan Kabupaten Tasikmalaya. Kadang mulus.

Kadang berlubang. Kadang baru diperbaiki, sudah digali lagi. Arief tetap berjalan. Pelan. Tapi tidak berhenti.

Dan tiga minggu setelah pertemuan malam itu, namanya berubah posisi. Bukan lagi sekadar nama yang disebut-sebut. Ia kemudian dinobatkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya periode 2025-2030 melalui Musda.

Di sinilah saya teringat pertemuan malam itu. Ternyata saya bukan sedang bertemu calon ketua. Saya sedang bertemu orang yang beberapa minggu kemudian menjadi ketua.

Bedanya hanya satu: Waktu itu saya belum tahu. Mungkin Arief juga belum tahu. Atau jangan-jangan sudah tahu? Politik memang sering begitu. Yang belum tahu biasanya wartawan. Yang tahu biasanya tidak mau bilang. Yang bilang biasanya belum tentu tahu.

Baca Juga:Dosen Unsil Kembangkan Metode Menulis Bahasa Inggris untuk Siswa Sekolah Dasar di SDN 01 PurbaratuSoal Gaji PPPK Berpotensi Dialihkan ke APBN, Pemkot Tasikmalaya Tunggu Kepastian

Arief bukan pendatang baru di Golkar. Ia bukan politisi yang tiba-tiba muncul seperti iklan di tengah video YouTube. Jejaknya cukup panjang.

Ia pernah menjadi bagian dari kepemimpinan DPRD Kabupaten Tasikmalaya pada periode sebelumnya dan kini kembali duduk sebagai anggota DPRD dari Golkar. Pada Pemilu 2024, ia tercatat sebagai caleg Golkar dari Dapil Tasikmalaya 3 dan memperoleh 7.590 suara.

Angka 7.590 itu bukan angka kecil. Itu berarti ada ribuan orang yang memasukkan namanya ke dalam surat suara. Di politik, suara adalah semacam mata uang. Bedanya, uang bisa dihitung dengan kalkulator.

0 Komentar