TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Mengajarkan kemampuan menulis bahasa Inggris kepada siswa sekolah dasar tidak cukup hanya dengan meminta mereka menulis sebuah teks. Siswa perlu dibimbing secara bertahap, diberikan contoh, kesempatan berlatih, serta umpan balik agar mampu mengembangkan gagasan dan menggunakannya dalam tulisan.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim dosen Universitas Siliwangi (Unsil) mengembangkan pembelajaran menulis bahasa Inggris dengan mengintegrasikan Genre-Based Approach (GBA), Task-Based Language Assessment (TBLA), dan formative assessment di SD Negeri 01 Purbaratu, Kota Tasikmalaya sejak bulan Agustus sampai dengan September 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Penelitian Pengembangan Kapasitas (PPKAP) yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Siliwangi. Penelitian melibatkan 25 siswa kelas 5 SD Negeri 01 Purbaratu. Tim peneliti terdiri atas Dr. Metty Agustine Primary, M.Pd. sebagai ketua, dengan anggota Rahmat, S.Pd., M.Hum., Junjun Muhamad Ramdani, M.Pd., Ph.D., dan Fera Sulastri, S.Pd., M.Pd.
Baca Juga:Dewas RSUD: Double Job, Double Income!Unsil Kenalkan Kemasan Baru Gula Aren Kristal di Tasikmalaya
Penelitian dilaksanakan dalam enam kali pertemuan. Tahap awal dilakukan melalui pre-test untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam menulis teks deskriptif berbahasa Inggris. Pada tahap tersebut, siswa menunjukkan berbagai tantangan dalam menulis, terutama dalam mengembangkan ide, memilih kosakata, menyusun kalimat, serta mengorganisasikan informasi menjadi sebuah teks deskriptif yang utuh.
“Temuan awal tersebut menjadi dasar bagi kami untuk merancang pembelajaran yang tidak langsung meminta siswa menghasilkan tulisan secara mandiri. Mereka perlu mendapatkan scaffolding atau bantuan secara bertahap,” ujar Ketua Tim Peneliti, Dr. Metty Agustine Primary, M.Pd.
Empat Tahap Pembelajaran
Dalam penelitian ini, pembelajaran menulis menerapkan empat tahapan utama dalam Genre-Based Approach, yaitu Building Knowledge of the Field (BKoF), Modelling of the Text (MoT), Joint Construction of the Text (JCoT), dan Independent Construction of the Text (ICoT).
Tahap BKoF digunakan untuk membangun pengetahuan siswa mengenai topik yang akan ditulis. Siswa diperkenalkan dengan kosakata dan konteks yang relevan sehingga memiliki bekal pengetahuan sebelum menghasilkan tulisan.
Pada tahap MoT, siswa mengamati dan mempelajari contoh teks deskriptif. Guru membantu siswa mengenali bagaimana sebuah teks dibangun, termasuk tujuan komunikatif, struktur teks, pilihan kosakata, dan unsur kebahasaan.
