Berikutnya, pada tahap JCoT, siswa menyusun teks secara bersama-sama dengan bimbingan guru. Mereka mendiskusikan ide, memilih kosakata, menyusun kalimat, dan mengembangkan teks dengan memperoleh scaffolding selama proses berlangsung.
Setelah memperoleh pengalaman dan latihan pada tahap sebelumnya, siswa memasuki tahap ICoT. Pada tahap ini, siswa menghasilkan teks deskriptif secara mandiri.
ASSESMEN TIDAK HANYA DI AKHIR
Inovasi dalam penelitian ini tidak berhenti pada penerapan GBA. Tim peneliti juga mengintegrasikan Task-Based Language Assessment (TBLA) dan formative assessment ke dalam proses pembelajaran. Melalui TBLA, kemampuan siswa diamati melalui tugas-tugas bahasa yang memiliki tujuan komunikatif. Siswa tidak sekadar mengerjakan soal tentang tata bahasa, tetapi menggunakan bahasa Inggris untuk menyelesaikan tugas menulis dan menyampaikan makna.
Baca Juga:Dewas RSUD: Double Job, Double Income!Unsil Kenalkan Kemasan Baru Gula Aren Kristal di Tasikmalaya
Sementara itu, formative assessment dilakukan selama proses pembelajaran. Guru dan peneliti memanfaatkan pertanyaan, pengamatan, umpan balik, dan hasil pekerjaan siswa untuk mengetahui perkembangan mereka sekaligus menentukan bagian yang masih membutuhkan bimbingan. Dengan pendekatan tersebut, asesmen tidak hanya berfungsi untuk menghasilkan nilai, tetapi juga menjadi bagian dari proses belajar.
“Salah satu prinsip penting yang kami tekankan adalah bahwa asesmen seharusnya memberikan informasi untuk membantu siswa belajar. Ketika siswa mendapatkan umpan balik selama proses menulis, mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki tulisan sebelum menghasilkan produk akhir,” jelas Metty.
Setelah seluruh rangkaian pembelajaran selesai, siswa mengikuti post-test berupa tugas menulis teks deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perkembangan positif dalam kemampuan menulis siswa. Perkembangan terlihat pada kemampuan siswa dalam mengembangkan ide, menggunakan kosakata yang sesuai, menyusun kalimat, dan mengorganisasikan informasi ke dalam teks secara lebih terarah.
PELAKSANAAN TES AKHIR
Selain hasil tulisan, perkembangan juga tampak dalam proses pembelajaran. Siswa secara bertahap menjadi lebih terbiasa mengikuti tahapan penulisan, mulai dari memahami topik, mengamati model, menyusun teks bersama, hingga menghasilkan tulisan secara mandiri.
Menurut tim peneliti, temuan tersebut menunjukkan pentingnya mengintegrasikan teaching, learning, dan assessment dalam pembelajaran bahasa Inggris. GBA memberikan tahapan pembelajaran yang sistematis, TBLA menghadirkan tugas bahasa yang bermakna, sedangkan formative assessment memberikan informasi dan umpan balik yang dapat digunakan untuk mendukung perkembangan siswa.
