PKL “Putus Kontak” dengan Tim Penataan Dadaha Kota Tasikmalaya

Shelter pkl dadaha, tim penataan dadaha kota tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra berinteraksi dengan para Pedagang Kaki Lima (PKL) saat menghadiri syukuran di Shelter Dadaha, Rabu (6/7/2026). (Rangga Jatnika/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID—Dalam proses penataan Dadaha, Pedagang Kaki Lima (PKL) sudah hilang komunikasi dengan Tim Penataan. Mereka pun harus secara mandiri menempati shelter tanpa ada arahan lebih lanjut dari pemerintah.

Paguyuban Pedagang Kecil dan Mikro (PPKM) Komplek Dadaha melaksanakan syukuran setelah menempati lapak di shelter PKL Dadaha dan menamainya dengan Shelter Recreation Center, Rabu (7/10/2026). Hal ini merupakan inisiatif para pedagang yang sebelumnya harus meninggalkan area trek jogging.

Ketua PPKM Komplek Dadaha H Ana Nuryana mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya belum mendapat informasi serta arahan lebih lanjut dari tim penataan. Dia dan para pedagang lainnya pun berani melapak di shelter karena diperbolehkan. “Kalau arahan (penataan) belum, tapi kalau dipersilakan untuk menempati iya,” ungkapnya kepada Radar,

Baca Juga:Soal Kebakaran Stan TOF di Dadaha, Penyelenggara: Situasi Tetap TerkendaliPejabat Gagal Paham, Viman Tegaskan Tim Penataan Dadaha Kota Tasikmalaya Tidak Bergantung SK

Komunikasi dengan tim penataan pun belum ada lagi, terlebih soal komitmen resmi penempatan mereka melapak di shelter. Padahal pihaknya ingin ada kejelasan legalitas penggunaan shelter tersebut. “Bagaimana pun kalau namanya kerja sama harus ada legitimasi dong,” ucapnya.

Meskipun shelter tersebut difungsikan untuk PKL, aktivitas para pedagang masih tergolong menggantung, tak ada kejelasan. Maka dari itu pihaknya berharap tim penataan bisa segera memberikan kejelasan penggunaan shelter tersebut. “Di samping itu hak dan kewajibannya gimana,” terangnya.

Terlepas dari itu, pihaknya berharap aktivitas perdagangan mereka di shelter bisa tetap ramai pembeli. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menciptakan keramaian dan daya tarik pengunjung. “Ya kita buat acara musik, konsepnya seperti di kafe-kafe tapi harga PKL,” tuturnya.

Seremonial pembukaan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra didampingi oleh Kepala Disporabudpar Deddy Mulyana. Namun tak terlihat adanya pejabat inti dari tim penataan seperti Asda 1, Kasatpol PP maupun Kadishub yang sebelumnya intens menata kawasan.

Diky Candra pun tidak berani bicara banyak soal penataan Dadaha karena kehadirannya sebatas memenuhi undangan. Seperti pengakuan sebelumnya, dia tidak mendapat informasi atau pun dilibatkan dalam urusan penataan. “Jadi saya di sini karena menghadiri undangan saja,” tuturnya.

0 Komentar