TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID– Kebakaran pada stan pedagang cimol di event TOF Dadaha merupakan peristiwa yang tidak terprediksi. Meskipun demikian, penyelenggara menegaskan situasi event tetap terkendali dan berjalan sebagaimana mestinya.
Penyelenggara Event, H Rana Nur Alamsyah mengatakan bahwa kebakaran tersebut terjadi karena kelalaian personal pedagang. Pasalnya perlengkapan dan penggunaannya milik masing-masing pengisi stan. “Kami lihat ini karena ada kelalaian di pedagangnya,” ungkapnya kepada Radar.
Kendati demikian, panitia dan juga warga yang ada di lokasi langsung gerak cepat melakukan penanganan. Yakni memadamkan api menggunakan kain basah sehingga api tidak sampai merembet ke stan lainnya. “Hanya sebentar, Alhamdulillah tertanggulangi dengan baik,” terangnya.
Baca Juga:Pejabat Gagal Paham, Viman Tegaskan Tim Penataan Dadaha Kota Tasikmalaya Tidak Bergantung SKKontingen Kota Tasikmalaya Targetkan Peringkat 15 di Porprov Jawa Barat
Setelah api padam, penyelenggaraan event tetap berjalan sebagaimana mestinya, baik stan pedagang maupun wahana permainan. Pengunjung pun tetap ramai layaknya tak ada peristiwa kebakaran. “Situasi terkendali, pengunjung juga bisa menikmati kegiatan dengan nyaman,” katanya.
Sejurus dengan itu, Kepala UPTD Pengelola Komplek Dadaha juga Dadang Ismail mengatakan bahwa peristiwa tersebut jadi bahan evaluasi ke depannya. Pihaknya pun meminta para pedagang supaya lebih memperhatikan keamanan dan keselamatannya. “Ini jadi bahan evaluasi kamu dan semoga jadi pembelajaran juga untuk semuanya supaya tidak terjadi hal serupa ke depannya,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, Salah satu stan Tasikmalaya October Festival (TOF) di area parkir basement Gedung Creative Center (GCC) Dadaha mengalami kebakaran, Selasa (6/10/2026). Peristiwa itu menimbulkan kepanikan para pedagang serta pengunjung yang berada di lokasi event tersebut.
Dari informasi yang dihimpun Radar, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di mana api tiba-tiba berkobar di stan Cimol. Warga pun langsung berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan sederhana sampai akhirnya api berhasil dipadamkan.(Rangga Jatnika)
