Diky justru mengaku emosi karena dari serangkaian agenda yang harus dia hadiri, tidak ada pejabat yang bersedia menggantikannya hadir. Apalagi di waktu yang sama Diky sudah ada janji pertemuan dengan pejabat parlemen pusat di Jakarta untuk membahas bantuan untuk Kota Tasikmalaya.
“Badan saya cuma satu tapi saya harus ada di dua tempat, wajar kalau saya minta tolong disposisi tapi (pejabat) tidak ada yang mau, catat! Tidak ada yang mau,” katanya.(Rangga Jatnika)
