RADARTASIK.ID – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali memperluas portofolio bisnisnya di luar sektor petrokimia. Melalui anak usahanya, CCHPL Holdings, perseroan berencana mengakuisisi bisnis otomotif Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia dari Jardine Cycle & Carriage.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Stockbit Snips pada 21 Agustus 2026, TPIA telah menandatangani perjanjian bersyarat untuk transaksi tersebut dengan estimasi nilai US$207 juta. Selain nilai transaksi utama, terdapat skema pembayaran tambahan atau earn-out dengan nilai maksimal US$23 juta.
Jardine Cycle & Carriage sendiri merupakan perusahaan yang memiliki keterkaitan erat dengan pasar Indonesia. Perusahaan tersebut tercatat sebagai pengendali PT Astra International Tbk (ASII) dengan kepemilikan saham sebesar 50,1 persen.
Baca Juga:Jangan Asal Gas! Ini 5 Trik Aman Hadapi Tanjakan Terjal Saat Touring50 Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan di Tasikmalaya Dilatih Bikin Mie, Ada Misi Besar di Baliknya
Meski kesepakatan telah diteken, proses akuisisi belum sepenuhnya selesai. TPIA menyatakan penyelesaian transaksi masih membutuhkan persetujuan dari original equipment manufacturer (OEM) serta pemenuhan sejumlah persyaratan umum lainnya.
Cycle & Carriage Punya Lebih dari 13 Merek
Cycle & Carriage merupakan perusahaan dealer kendaraan multi-merek yang juga menyediakan layanan purnajual di Singapura dan Malaysia. Jaringan bisnisnya menaungi lebih dari 13 merek kendaraan, mulai dari Mercedes-Benz, Mitsubishi, hingga produsen bus listrik Zhongtong.
Skala bisnis Cycle & Carriage cukup besar, terutama di Singapura. Sepanjang 2025, perusahaan tersebut membukukan penjualan sekitar 6.500 unit mobil penumpang baru dengan pangsa pasar sekitar 12 persen.
Bisnis tersebut juga mampu memberikan kontribusi laba bersih sebesar US$48 juta kepada Jardine sepanjang 2025.
Namun, kinerja Cycle & Carriage mengalami tekanan pada paruh pertama 2026. Kontribusi laba bersihnya turun sekitar 25 persen secara tahunan menjadi US$12 juta, dibandingkan US$16 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut terjadi di tengah melemahnya penjualan kendaraan. Penjualan mobil baru tercatat turun sekitar 20 persen secara tahunan, sedangkan penjualan mobil bekas berkurang sekitar 16 persen.
TPIA Juga Akan Ambil Alih Utang US$260 Juta
Struktur transaksi tidak hanya mencakup pembayaran tunai US$207 juta dan potensi earn-out maksimal US$23 juta.
Baca Juga:Saham TINS Punya Katalis Baru? Volume 3Q26 Diprediksi Flat, Dividen 2026 Berpeluang Makin TebalMotor Jarang Dipakai? Jangan Langsung Ditinggal, Ini 5 Cara agar Tetap Prima
TPIA juga akan mengambil alih utang Jardine senilai US$260 juta kepada anak usaha Cycle & Carriage. Transaksi tersebut ditargetkan dapat diselesaikan paling lambat pada 28 Februari 2027.
