TPIA Ekspansi ke Bisnis Otomotif, Akuisisi Dealer Mobil Cycle & Carriage di Singapura-Malaysia

Cycle & Carriage
Ilustrasi. (Hasil AI/ChatGPT)
0 Komentar

Rencana ekspansi tersebut ditopang posisi likuiditas perseroan yang mencapai sekitar US$3,9 miliar pada semester I 2026.

Stockbit menilai transaksi Cycle & Carriage berpotensi memberikan nilai tambah bagi TPIA karena perusahaan mengakuisisi bisnis yang sudah beroperasi dan mampu menghasilkan laba.

Jika laba bersih Cycle & Carriage diasumsikan sebesar US$24 juta berdasarkan annualisasi kinerja 2026, harga transaksi US$207 juta setara dengan valuasi sekitar 8,6 kali price to earnings ratio (P/E).

Baca Juga:Jangan Asal Gas! Ini 5 Trik Aman Hadapi Tanjakan Terjal Saat Touring50 Penerima Manfaat BPJS Ketenagakerjaan di Tasikmalaya Dilatih Bikin Mie, Ada Misi Besar di Baliknya

Sementara apabila menggunakan laba bersih 2025 sebesar US$48 juta, valuasi transaksi menjadi sekitar 4,3 kali P/E. Angka tersebut membuat harga akuisisi terlihat relatif rendah dibandingkan kemampuan Cycle & Carriage menghasilkan keuntungan.

Meski demikian, realisasi manfaat finansial tetap bergantung pada penyelesaian transaksi, kinerja bisnis Cycle & Carriage setelah akuisisi, struktur pembiayaan, serta hasil penyesuaian akuntansi final.

Pasar merespons positif pengumuman tersebut. Pada perdagangan Jumat, 21 Agustus 2026, saham TPIA ditutup menguat 3,31 persen.

Akuisisi Cycle & Carriage sekaligus memperlihatkan arah transformasi TPIA yang semakin agresif membangun portofolio di luar petrokimia. Jika transaksi berjalan sesuai rencana, bisnis otomotif di Singapura dan Malaysia tersebut akan menjadi salah satu pijakan TPIA untuk memperkuat segmen mobilitas dan menciptakan sumber pertumbuhan baru di kawasan Asia Tenggara. (snd/stb)

0 Komentar