Siswa SMK Manangga Pratama Dibekali Pemahaman Cara Aman Gunakan AI

SMK Manangga Pratama
Ratusan siswa SMK Manangga Pratama dibekali pengetahuan tentang AI dan cara bijak menggunakannya oleh tim Polres Tasikmalaya Kota, Kamis (10/9/2026). (Fitriah Widayanti/radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kemudahan menggunakan kecerdasan buatan (AI) di kalangan pelajar perlu diiringi kemampuan untuk mengenali batas aman pemanfaatannya. Sebab, di balik kemudahan yang ditawarkan, penggunaan AI juga dapat membawa risiko jika tidak disertai pemahaman yang tepat.

Pemahaman itulah yang coba dibangun melalui kegiatan sosialisasi pemanfaatan teknologi AI kepada sekitar 150 siswa SMK Manangga Pratama, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan ini diinisiasi Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah XII Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Polres Tasikmalaya Kota. Seluruh materi disampaikan personel kepolisian dari Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Tasikmalaya Kota, dengan membahas tentang pemanfaatan AI sekaligus risiko yang dapat muncul jika teknologi tersebut digunakan tanpa bijak.

Baca Juga:Dibidik Dunia Kerja, SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya Perkuat Mutu Pendidikan35 Tahun Primajasa: ETA, Disiplin, dan Jalan Pengabdian H. Amir Mahpud

Bagian SDM Polres Tasikmalaya Kota, IPDA Pindi, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan bekal bagi siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Mudah-mudahan apa yang kita sampaikan diterima dengan baik oleh siswa dan bisa menjadi bekal dan wawasan bagi mereka mengenai penggunaan AI,” kata Pindi.

Kepala SMK Manangga Pratama, Japar Solihin MPd, menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pembekalan literasi digital, khususnya mengenai pemanfaatan teknologi AI, penting diketahui siswa agar mereka tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memahami penggunaannya secara tepat.

Mereka, kata Japar, tidak hanya perlu mengetahui cara menggunakan AI, tetapi juga memahami berbagai risiko dan persoalan yang dapat muncul dari pemanfaatan teknologi tersebut.

“Penggunaan IT zaman sekarang bisa disalahgunakan oleh anak-anak sehingga ada pemahaman komprehensif dari APH untuk anak-anak kami,” ujarnya.

Ia mengatakan peserta kegiatan merupakan perwakilan dari masing-masing kelas. Japar berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada siswa lain yang tidak mengikuti kegiatan secara langsung.

Di sisi lain, Kepala Subbagian Tata Usaha KCD Wilayah XII, Hadyan Sugalayudhana MPd, mengatakan literasi mengenai AI perlu diberikan dengan menyesuaikan tingkat risiko pemanfaatannya.

Baca Juga:Periksa Saksi Tragedi Cilembang, Polres Tasikmalaya Kota Ungkap Fakta BeginiKorban Dugaan Tindak Kekerasan di Cilembang Meninggal Dunia, Polres Tasikmalaya Kota Masih Lacak Jejak Pelaku

Menurutnya, siswa tidak cukup hanya mengetahui teknologi yang dapat digunakan, tetapi juga perlu memahami batasan dalam penggunaannya.

0 Komentar