Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan pembagian zona, yaitu hijau, kuning, dan merah sebagai upaya untuk membantu siswa mengenali pemanfaatan AI yang dapat digunakan, perlu diwaspadai, maupun harus dihindari.
“Dengan kegiatan ini dijelaskan apa yang boleh dan tidak boleh, mana yang zona kuning, zona merah, zona hijau yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak,” katanya.
Hadyan mengatakan kegiatan tersebut baru menjangkau sekitar 2,5 persen dari keseluruhan siswa di Kota Tasikmalaya. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat diperluas sehingga lebih banyak siswa mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan AI.
Baca Juga:Dibidik Dunia Kerja, SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya Perkuat Mutu Pendidikan35 Tahun Primajasa: ETA, Disiplin, dan Jalan Pengabdian H. Amir Mahpud
Selain memperluas sasaran, siswa yang telah mengikuti pembekalan juga diharapkan dapat menjadi duta literasi digital di lingkungan sekolah. Peran tersebut diharapkan membantu meneruskan pengetahuan mengenai pemanfaatan AI yang aman kepada siswa lainnya. (Fitriah Widayanti)
