TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kasus dugaan kekerasan oleh geng motor yang menyebabkan seorang remaja terluka parah di kepala hingga akhirnya meninggal dunia masih terus didalami polisi. Salah satunya fakta bahwa korban diduga merupakan bagian dari salah satu geng motor juga.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela, mengatakan, berdasarkan pemeriksaan terhadap dua rekan IMM yang berada di lokasi, korban bersama kedua rekannya merupakan anggota salah satu kelompok geng motor.
“Korban dan dua rekannya merupakan anggota kelompok geng motor. Informasi itu berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan dari kedua rekan korban yang kami mintai keterangan sebagai saksi,” ujar Januar, Kamis (3/9/2026).
Baca Juga:Korban Dugaan Tindak Kekerasan di Cilembang Meninggal Dunia, Polres Tasikmalaya Kota Masih Lacak Jejak Pelaku79 Mahasiswa UBK PSDKU Tasikmalaya Dinyatakan Lulus, 90 Persen Dinyatakan Telah Bekerja
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan secara keseluruhan siapa pihak yang menjadi pelaku dalam bentrokan tersebut. Penyidik masih mencocokkan keterangan saksi, hasil pemeriksaan lapangan, serta alat bukti lainnya.
Polisi juga telah melakukan autopsi terhadap jenazah Ikram untuk memastikan penyebab kematian sekaligus memperkuat alat bukti dalam proses penyidikan.
“Kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut. Semua informasi, termasuk hasil autopsi, keterangan saksi, dan alat bukti lainnya akan menjadi dasar dalam mengungkap kasus ini,” kata Januar.
Dari keterangan saksi, lanjutnya, sebelum dugaan tindak kekerasan itu terjadi, korban bersama sejumlah rekannya sempat berkumpul di kawasan Colombus. Tepatnya di Jalan Bantar, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Sabtu (29/8/2026) malam, sekitar pukul 22.00 WIB,
Sekitar pukul 22.30 WIB, mereka masih berada di lokasi tersebut dan disebut mengonsumsi minuman keras. Rangkaian malam yang semestinya berakhir biasa itu kemudian berlanjut. Sekitar pukul 01.00 WIB, korban bersama rekannya menuju rumah saudara korban di kawasan Lengo, Kelurahan Bantarsari, untuk menjemput seorang saksi berinisial R (17).
Sekitar pukul 01.15 WIB, ketiganya kemudian berangkat menggunakan sepeda motor Honda Beat menuju kawasan Cilembang. Tujuannya disebut untuk membeli minuman keras. Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi insiden berdarah.
Sekitar pukul 02.15 WIB, saat melintas di Jalan KH EZ Muttaqien dari arah Cilembang menuju Pasar Cikurubuk, sepeda motor yang dikendarai Z (18), membawa korban yang duduk di bagian depan dan R di belakang.
