Menurut keterangan saksi kepada polisi, saat melintas mereka melihat pengguna sepeda motor Honda Sonic berwarna hitam tanpa cover dari arah berlawanan.
Pengendara sepeda motor tersebut disebut memancing dan memicu kekesalan warga sekitar. Tak lama kemudian, warga diduga memukulkan alat pemukul ke arah sepeda motor yang ditumpangi korban dan dua rekannya.
“Menurut keterangan saksi, korban dipukul menggunakan alat dan mengenai bagian kepala,” kata AKP Januar Rangga Fardhela, berdasarkan penanganan perkara tersebut.
Baca Juga:Korban Dugaan Tindak Kekerasan di Cilembang Meninggal Dunia, Polres Tasikmalaya Kota Masih Lacak Jejak Pelaku79 Mahasiswa UBK PSDKU Tasikmalaya Dinyatakan Lulus, 90 Persen Dinyatakan Telah Bekerja
Setelah kejadian, saksi baru menyadari korban mengalami luka berdarah di kepala dan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Saksi kemudian menepikan sepeda motor dan meminta bantuan warga untuk mengevakuasi korban. Sekitar pukul 03.30 WIB, korban dibawa ke Rumah Sakit Hermina Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi menyebut korban mengalami luka robek di bagian kiri kepala. Kondisinya juga disebut mengalami keretakan tengkorak hingga pendarahan di dalam kepala. Pihak kepolisian kemudian melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), mendampingi korban, mendata dan meminta keterangan sejumlah saksi.
AKP Januar mengatakan, penyidik masih mendalami kasus tersebut. Termasuk mencari titik terang mengenai dugaan pelaku yang melakukan pemukulan serta rangkaian peristiwa sebelum korban mengalami luka serius.
BANTAH ANAK GENG MOTOR
Keluarga mengenang IMM (16) sebagai remaja yang sehari-hari berjualan Jasuke (jagung susu keju). Saat kejadian IMM disebut hanya ingin menikmati hiburan bersama teman-temannya. Di sisi lain, polisi menyebut data berbeda: Ikram dan dua rekannya disebut sebagai anggota salah satu kelompok geng motor.
Ibu korban, Meli Widiawati menuturkan, informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa pada malam sebelum kejadian, IMM bersama teman-temannya sempat menonton konser musik di kawasan eks Terminal Cilembang. Usai menonton konser, Ikram dan teman-temannya disebut beristirahat di tepi jalan sebelum kemudian didatangi sekelompok pengendara sepeda motor.
Meli mendapat informasi dari teman anaknya bahwa kelompok tersebut datang menggunakan beberapa sepeda motor dengan knalpot brong. Dalam peristiwa itu, IMM diduga dipukul menggunakan benda keras hingga mengalami luka parah di bagian kepala.
