“Anak saya terkapar katanya di jalan dengan luka di kepala bersimbah darah. Karena katanya kejadiannya sangat cepat, diduga dipukul pakai benda keras oleh pengeroyok ke bagian kepala. Setelah anak saya terjatuh, mereka langsung pergi begitu saja,” ujar Meli, Kamis (3/9/2026).
IMM kemudian dibawa ke rumah sakit. Tiga hari menjalani perawatan ternyata tak mampu menyelamatkan nyawanya. Meli pun meminta polisi segera menangkap pihak yang bertanggung jawab.
“Doakan anak saya pak, sempat dirawat tiga hari di rumah sakit sampai akhirnya meninggal dunia kemarin. Saya minta keadilan saja segera para pelakunya ditangkap oleh Pak Polisi,” katanya.
Ia juga menegaskan, anaknya bukan bagian dari geng motor.
Baca Juga:Korban Dugaan Tindak Kekerasan di Cilembang Meninggal Dunia, Polres Tasikmalaya Kota Masih Lacak Jejak Pelaku79 Mahasiswa UBK PSDKU Tasikmalaya Dinyatakan Lulus, 90 Persen Dinyatakan Telah Bekerja
“Anak saya itu pak setelah lulus MTs di Bantar (Tasikmalaya) dekat rumah, langsung jualan jajanan Jasuke di tepi jalan. Jadi anak saya itu bukan geng motor pak. Anak saya hanya main, nonton konser usai mereka beres berdagang,” ungkapnya. (Rezza Rizaldi)
