TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kabar duka menyelimuti keluarga IMM (16). Remaja yang sehari-hari berjualan jasuke itu dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (2/9/2026). Dia mengalami luka parah di kepala yang diduga akibat hantaman benda tumpul.
Ibu korban, Meli Widiawati, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, Ikrom telah dinyatakan meninggal dunia pada Rabu siang setelah mendapatkan perawatan intensif selama tiga hari di Rumah Sakit Hermina.
“Anak saya meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIB,” kata Meli, Rabu (2/9/2026).
Setelah dinyatakan meninggal, jenazah IMM kemudian dibawa ke Bandung untuk menjalani autopsi. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memastikan penyebab kematian korban, termasuk kaitannya dengan luka yang dialami setelah dugaan penganiayaan.
Baca Juga:79 Mahasiswa UBK PSDKU Tasikmalaya Dinyatakan Lulus, 90 Persen Dinyatakan Telah BekerjaRatusan Warga Perum BMM Tasikmalaya Meriahkan HUT RI dengan Fun Walk dan Karnaval
“Mhun a ayna nju di cndak ka bndung bde di otopsi (iya sekarang sedang dibawa ke bandung untuk di otopsi, red),” singkat dia.
Kendati demikian, Meli mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi lengkap kejadian yang dialami anaknya. Ia hanya memperoleh informasi bahwa sang anak berada di posisi paling depan saat mengendarai sepeda motor dan tidak mengenakan helm ketika peristiwa terjadi.
Informasi yang ia dapat, insiden tersebut bermula setelah anaknya selesai menonton pertunjukan musik di kawasan Cilembang. Saat itu, korban baru selesai bekerja sebagai pedagang jasuke dan sempat berkumpul bersama sejumlah teman sebelum akhirnya terjadi insiden.
“Jadi saat itu anak saya berada di posisi paling depan dan tidak memakai helm. Saya menduga korban dipukul menggunakan batu atau balok kayu ke bagian tengah kepala anak saya,” ungkapnya.
BIAYA PERAWATAN ANDALKAN SKTM
Setelah insiden itu, IMM dibawa ke Rumah Sakit Hermina. Namun kondisinya semakin kritis. Persoalan biaya pengobatan juga sempat menjadi beban bagi keluarga.
Meli sebelumnya mengaku kebingungan memenuhi biaya perawatan anaknya. Hingga hari kedua menjalani perawatan, biaya rumah sakit disebut telah mencapai sekitar Rp17 juta.
“Saya sekarang mengandalkan pengurusan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk memproses administrasi,” tuturnya.
Baca Juga:Siswa MAN 1 Tasikmalaya Juara OBA Jabar, Syifa Auliya Lolos NasionalTak Lagi Menunggu Masyarakat Datang, RSUD dr Soekardjo Hadir Menyapa Lewat Program Sapa Sehat
Kini, setelah korban meninggal dunia, keluarga berharap kepolisian dapat segera mengungkap secara terang kasus yang menimpa anaknya. Meli meminta aparat mengusut tuntas dugaan penganiayaan tersebut dan memproses pihak-pihak yang terbukti terlibat sesuai hukum yang berlaku.
