Tak Lagi Menunggu Masyarakat Datang, RSUD dr Soekardjo Hadir Menyapa Lewat Program Sapa Sehat

RSUD dr Soekardjo
Tim RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya saat melaksanakan program Sapa Sehat (Sapa Masyarakat, Hadirkan Edukasi, Sehatkan Bersama), dengan hadir ke tengah masyarakat di salah satu sekolah. (IST)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya menghadirkan Sapa Sehat (Sapa Masyarakat, Hadirkan Edukasi, Sehatkan Bersama), inovasi promotif-preventif yang membawa edukasi kesehatan, skrining sederhana, konsultasi, donor darah dan informasi layanan rumah sakit langsung ke tengah masyarakat.

Bukan sekadar kegiatan luar gedung, Sapa Sehat mengubah pola pelayanan dari “menunggu masyarakat datang” menjadi “rumah sakit hadir menyapa masyarakat” dengan pendekatan Edukasi-Aksi-Akses.

Kepala Instalasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit dan Hubungan Masyarakat RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Ai Dewi Hendriani SKM MKM mengatakan bahwa program Sapa Sehat berjalan sejak tahun 2024.

Baca Juga:KKN Muhammadiyah Aisyiyah Kelompok 83 Gelar Sosialisasi Parenting di RA Al HidayahSiswa MAN 1 Tasikmalaya Sabet Juara 3 Vocal di Porseni Tingkat Jabar

“Program ini secara konsisten hadir di berbagai ruang aktivitas masyarakat, mulai dari pelajar, komunitas, pekerja hingga masyarakat umum dengan pelaksanaan di sekolah, perhotelan, lingkungan kerja, instansi maupun komunitas secara terjadwal,” ujarnya.

Melalui program ini, sambungnya, masyarakat dapat memperoleh informasi dan layanan kesehatan secara lebih dekat, mudah diakses, serta sesuai dengan kebutuhan di lingkungan masing-masing.

Sapa Sehat juga memperkuat kolaborasi antara rumah sakit, masyarakat, pemerintah, komunitas dan berbagai mitra dalam membangun kesadaran hidup sehat.

Ke depan, kata ia, Sapa Sehat diharapkan dapat terus diperluas jangkauannya ke lebih banyak sekolah, komunitas, dan wilayah di Kota Tasikmalaya, sehingga semakin banyak masyarakat khususnya generasi muda yang tumbuh menjadi agen perubahan dan lebih peduli kesehatan dan aktif berpartisipasi dalam donor darah sukarela.

Program ini juga diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara rumah sakit, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat, sehingga kesehatan bukan lagi urusan ketika sakit, melainkan bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Sapa Sehat, rumah sakit hadir sebelum masyarakat menjadi pasien,” pungkasnya. (red)

0 Komentar