PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Rencana reaktivasi jalur kereta api Banjar-Pangandaran dinilai berpotensi meningkatkan arus wisatawan ke Kabupaten Pangandaran. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mendorong sektor perhotelan agar menyiapkan kapasitas dan fasilitasnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha, mengatakan, kesiapan hotel tidak cukup hanya dengan menambah jumlah kamar, fasilitas pendukung, khususnya ruang pertemuan berkapasitas besar, juga perlu diperkuat. Diantaranya fasilitas seperti aula dan ruang pertemuan dapat menjadi penunjang kegiatan rapat, seminar, maupun berbagai agenda lain yang berpotensi mendatangkan wisatawan pada hari kerja.
“Hotel-hotel kaitan dengan persiapan mereka menampung jumlah wisatawan yang banyak, terutama apalagi weekday. Tempat-tempat untuk pertemuan, untuk rapat, seminar, dan sebagainya. Semoga bisa menunjang,” ungkapnya Kamis (24/9/2026).
Baca Juga:Tim Penataan Dadaha Tasikmalaya Berjalan Tanpa PimpinanAmir Mahpud: Gunting Pita Bukan Garis Finish!
Ia menyebut, selama ini kunjungan wisatawan ke Pangandaran masih cenderung terkonsentrasi pada akhir pekan. Reaktivasi jalur kereta diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas sekaligus mendorong peningkatan kunjungan pada hari kerja.
Dampak reaktivasi jalur tersebut juga tidak hanya berkaitan dengan sektor transportasi dan pariwisata, tetapi berpotensi membuka peluang investasi baru di Pangandaran
Ia berharap peningkatan aksesibilitas melalui jalur kereta dapat menarik lebih banyak investor, khususnya untuk pembangunan hotel dan properti yang menunjang sektor pariwisata.
“Ini tantangan kita, investasi nanti. Membuka supaya investor-investor, terutama properti hotel, semakin banyak di Pangandaran,” ucapnya.(Deni Nurdiansah)
