CIAMIS, RADARTASIK.ID — Gedung baru biasanya punya satu kebiasaan: harum cat.
Lantai masih mengilap. Dinding masih bersih. Kursi masih tertata rapi. Foto-foto peresmian pun biasanya lebih cepat memenuhi media sosial daripada memenuhi ruangan.
Tapi bagi Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat H. Amir Mahpud, gedung sekretariat DPC Partai Gerindra Kabupaten Ciamis tidak boleh berhenti sebagai bangunan baru.
Baca Juga:Di Kota Tasikmalaya, Oktober Diprediksi Masih KeringDorong Pendidikan yang Adaptif, BNI dan Unpad Perkuat Kolaborasi
Ia harus menjadi rumah perjuangan. Rumah kader. Rumah rakyat. Dan, yang paling penting, rumah tempat pekerjaan politik dilakukan setiap hari.
Pesan itu disampaikan Amir Mahpud saat meresmikan Gedung Sekretariat DPC Partai Gerindra Kabupaten Ciamis.“Hari ini kita tidak hanya meresmikan sebuah bangunan. Kita sedang meneguhkan rumah perjuangan,” katanya.
Kalimat itu terdengar sederhana. Tetapi pekerjaan di baliknya tidak sederhana.Sebab sebuah kantor partai bisa saja megah, tetapi organisasi di dalamnya belum tentu hidup.
Karena itu Amir memberikan pesan yang cukup tegas kepada jajaran DPC Gerindra Ciamis. Jangan sampai sekretariat hanya ramai ketika rapat partai atau menjelang pemilu. Pintu harus terbuka setiap hari.
Masyarakat harus bisa datang membawa persoalan. Kader harus datang membawa pekerjaan. Pengurus harus datang membawa solusi. “Kemegahan kantor bukan ukuran utama kekuatan partai. Ukurannya adalah seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyat,” ujarnya.
Maka setelah gunting pita selesai, menurut Amir, pekerjaan justru dimulai. DPC diminta mempunyai jadwal pelayanan masyarakat, sistem pencatatan aspirasi, penanggung jawab tindak lanjut hingga evaluasi yang rutin.
Dengan kata lain: kantornya boleh baru, tetapi jangan sampai cara kerjanya masih lama. Bukan Sekadar Pandai Bicara. Amir kemudian masuk ke persoalan yang lebih mendasar: kader.
Baca Juga:BNI Bikin Keseruan Jatinangor Music Fest Makin LengkapDari Iwan Saputra ke Demi Hamzah: Estafet Senapan, Estafet Prestasi!
Kemenangan politik, katanya, tidak lahir mendadak. Tidak muncul hanya karena baliho. Tidak tumbuh karena spanduk. Apalagi karena foto bersama tokoh. Kemenangan dibangun dari kader yang terdidik, terorganisasi, loyal, disiplin dan konsisten bekerja.
Kader Gerindra, kata dia, harus bukan hanya pandai berbicara. Tetapi pandai mendengar. Bukan hanya dikenal ketika kampanye. Tetapi dipercaya ketika rakyat sedang kesulitan.
